Sabtu, 08 Maret 2025
Sabtu, 01 Maret 2025

Bupati Syaharuddin Alrif Ajak Warga Bangun Sidrap Untuk Lebih Maju dan Sejahtera
Minggu, 26 Januari 2025

Ajang Balap Motor di Sirkuit Puncak Mario, SCR Bawa Harapan Baru bagi Sidrap
Rabu, 22 Januari 2025

Tantangan dan Strategi Pertanian Sidrap di Musyawarah Tudang Sipulung Tingkat Kecamatan
Jumat, 16 Agustus 2024

Larang Wartawan Bawa HP Saat Wawancara, Ketua PJI Sulsel Minta Kajari Sidrap Dicopot
Makassar, Sigapnews.com- Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Akbar Hasan, yang di panggil Akbar Polo, mengecam keras tindakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap yang melarang wartawan membawa handphone (HP) saat masuk ke gedung Kejari Sidrap untuk melakukan wawancara.
"Kami mengutuk keras tindakan tersebut, karena ini sama saja dengan menghalangi tugas jurnalis untuk memperoleh informasi melanggar UU No 40 tahun 1999. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejati Sulsel.
Kami atas Nama Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) tidak bisa menerima perlakuan seperti ini terhadap wartawan, oleh karena itu kami menuntut agar Kepala Kejari Sidrap dicopot dari jabatannya," tegas Akbar Polo, Jumat (16/8/2024).
Sebelumnya diberitakan, diduga ada yang janggal di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga wartawan dilarang membawa handphone (HP) saat ingin bertemu atau mewawancarai salah satu petugas di sana.
Pada Rabu, 14 Agustus 2024, dua wartawan media online, Heri dan Darwis, yang berencana mewawancarai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sidrap, Muslimin Lagalung, tidak diperbolehkan membawa HP mereka.
"Hari itu, kami ingin mewawancarai Kasi Pidsus Kejari Sidrap karena sudah berkali-kali dihubungi via WhatsApp namun tidak ada respons. Jadi, kami memutuskan untuk mendatangi kantornya langsung, tetapi petugas yang berjaga di pintu masuk gedung Kejari mengatakan bahwa Kasi Pidsus tidak bisa ditemui," ujar Heri, yang diamini oleh Darwis, Jumat, 16 Agustus 2024.
"Kami diminta menunggu karena hanya Kasi Intel yang bersedia ditemui, namun harus menunggu hingga beliau masuk pukul 10.00. Jadi, kami terpaksa menunggu. Saat itu, jam menunjukkan pukul 09.00 WITA," lanjut Heri.
"Pukul 10.18, saya kembali bertanya kepada petugas yang berjaga di pintu masuk, saya bilang ini sudah lewat jam 10. Kenapa Kasi Intel belum masuk? Barulah pada pukul 10.48 kami dipersilakan masuk ke ruangan Kasi Intel, dan ternyata beliau sudah ada di dalam," jelasnya.
"Anehnya, kami tidak diizinkan membawa HP saat bertemu dengan Kasi Intel. Katanya, itulah prosedur di Kejari Sidrap. Kami hanya diberikan kertas HPS dan pulpen, dan wawancara hanya boleh dicatat di kertas, tanpa menggunakan HP," imbuh Heri.
"Karena sulitnya bertemu pejabat di Kejari Sidrap, saya meminta nomor telepon atau kontak yang bisa dihubungi untuk konfirmasi jika ada pemberitaan yang membutuhkan klarifikasi. Namun, Kasi Intel Muslimin Lagalung bersikeras tidak ingin memberikan kontak tersebut. Terkait hal ini, kami (Heri dan Darwis) berharap agar Kejari Sidrap dievaluasi. Ini menghambat tugas jurnalis dalam mendapatkan informasi," pungkasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, sejumlah aktivis di Sulsel menuding Kejari Sidrap sebagai instansi yang ketinggalan zaman.
Salah satunya adalah Sekjen Lidik Pro, Darwis. Menurut dia, di era digital seperti sekarang, pulpen dan kertas sudah tidak lagi relevan untuk mencatat hasil wawancara.
"Norak sekali, move on dong. Ini sudah era digital, bukan zamannya 'Siti Nurbaya'. Kalian (pejabat di Kejari Sidrap) adalah pejabat negara yang ditugaskan untuk melayani publik, maka sudah seharusnya kalian memberikan informasi hasil kerja kepada publik melalui media," kritik Darwis.
"Apa yang kalian sembunyikan di dalam (Kejari Sidrap) sampai-sampai wartawan dilarang membawa HP masuk? Jangan-jangan ada sesuatu di dalam sehingga harus disembunyikan dan tidak boleh difoto," sindir dia menandaskan.
(Red/*)
Kamis, 07 Desember 2023

Kolaborasi Sukses: Mayor Arm Arie Widarto Pimpin Kegiatan Pembersihan di Sidrap
Sidrap, Sigapnews.com,- Pasar Sentral Pangkajene, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap menjadi saksi pelaksanaan Karya Bakti secara serentak yang dipimpin langsung oleh Kasdim 1420/Sidrap, Mayor Arm Arie Widarto, Kamis, 7 Desember 2023.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah preventif mengantisipasi bencana alam banjir dan potensi wabah penyakit yang mungkin muncul akibat nyamuk.
Adapun sasaran dari kegiatan pembersihan ini, yakni fokus pada pembersihan yang diarahkan di sekitaran Pasar Sentral Pangkajene, berupa saluran air (Selokan, red) .
Kasdim 1420/Sidrap, Mayor Arm Arie Widarto, menyampaikan tujuan dari Karya Bakti ini, bukan hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk kewaspadaan kami terhadap potensi banjir dan wabah penyakit yang seringkali terjadi saat musim hujan.
Pembersihan sekitar Pasar Sentral Pangkajene dan saluran air diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan mencegah berkembangnya penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk. Kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi potensi bencana.
Kegiatan ini melibatkan 130 personel TNI, 40 personel Polri, 40 personel dari Pemda/Forkopincam, 15 personel dari Dinkes, 20 personel dari Satpol PP dan Damkar, serta 39 personel dari BUMN seperti BRI, Mandiri, Hasamitra, dan Bulog. Tak ketinggalan, partisipasi aktif dari 100 anggota masyarakat juga menjadi aspek penting dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
Kasdim 1420/Sidrap menegaskan pentingnya sinergi antara instansi terkait dan partisipasi aktif masyarakat. "Kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan aman. Kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua," tegas Mayor Arm Arie Widarto.
Diharapkan, melalui kolaborasi ini, Kabupaten Sidrap dapat terhindar dari potensi bencana dan terus menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk seluruh masyarakatnya.(*)
Jumat, 22 Januari 2021

Art Community Galang Bantuan Untuk Korban Gempa
Jumat, 24 Juli 2020

Kementan Sosialisasi Budidaya Porang dan Bantuan KUR Pertanian di Kab. Sidrap
Kamis, 21 Mei 2020

Penyuluh Pantau Budidaya Padi Sistem Tabela Pada Gapoktan Desa Abbkongan
Sigapnews.com, Sidrap (Sulsel) - Kebutuhan beras di masa Pandemi corona virus disease (COVID-19) dan Masa Ramadan terus meningkat, Berdasarkan hal tersebut pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi dengan berbagai teknologi budidaya padi yang sudah dikembangkan di Indonesia, Salah satunya teknologi budidaya padi tanam benih langsung (Tabela) yang merupakan teknologi budidaya padi yang spesifik lokasi berbasis kearifan lokal.
Terkait kegiatan tersebut, semangat para petani dan penyuluh di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, tidak surut untuk turun kesawah demi menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah pendemik covid 19. Kamis (21/5/2020).
Sesui instruksi dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo diberbegai kesempatan meminta kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar segera melakukan gerakan percepatan tanam Padi Serentak.
"Kepada seluruh Insan Pertanian harus tetap produktif dan terus bergerak ditengah pendemi Covid-19, sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun," kata Syahrul Yasin Limpo.
Terkait dengan instruksi Menteri Pertanian, Kepala BPSDMP Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama menentukan hidup matinya suatu bangsa, dimana petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah covid-19 dan meminta kepada para penyuluh pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
Pernyataan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Penyuluh Pertanian Minarsih Amir untuk memantau langsung Sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) di Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap, di Desa Abbokongan yang melakukan sistem tanam benih langsung padi varietas Mekongga, Ciherang, dan Inpari 32 dengan luas tanam 123 Ha.
“Sekarang ini petani dan Penyuluh sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersedian kebutuhan pangan walau di tengah pendemi Covid-19, kami tetap turun ke sawah mendampingi petani untuk melakukan percepatan tanam dengan tetap mengikuti protokol pencegahan covid-19, jaga jarak aman, memakai masker dan selalu menjaga kesehatan," Pungkas Minarsih Amir. (BBPP-BK).
Penulis : Erma
Editor : Jamaluddin Al Afgani
Sumber : Minarsih Amir (Penyuluh Pertanian Kab.Sidrap)
Jumat, 15 Mei 2020

Cegah Lahan Nganggur, Usai Panen, Poktan Sipurennue Sidrap Lakukan Percepatan Tanam
Selasa, 12 Mei 2020

Setelah Panen Kelompok Amessangeng Kec. Maritengngae Segera Lakukan Tanam Padi
Sigapnews.com, Sidrap (Sulsel) - Prediksi terkait akan timbulnya ancaman kekeringan di tengah wabah Covid-19 membuat petani semakin bersemangat memanfaatkan ketersediaan air dengan mempercepat pengolahan lahan untuk ditanami. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Hasanuddin, anggota Kelompok Amessangeng 1, yang beralamat di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kab. Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasanuddin melakukan pengolahan lahan seluas 0.25 ha dari potensi luas lahan anggota kelompok 45 ha. Pengolahan lahan didampingi oleh penyuluh pertanian Harnalitha Hading, SP, Selasa (12/5/2020)
Apa yang dilakukan oleh penyuluh dan petani di Kabupaten Sidrap sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL. Menurut SYL, dalam kondisi apapun, termasuk saat Wabah Covid-19, petani dan penyuluh harus terus bergerak untuk mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.
“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” tegas SYL.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi.
Motivasi ini disampaikan oleh Kepala BPPSDMP untuk memastikan bahwa pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun demi mengamankan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
Menurut Harnalitha, ketersediaan air perlu disikapi dengan bersegera melakukan pengolahan lahan. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya musim hujan.
"Kami terus berusaha memberikan motivasi ke petani agar semangat dalam melakukan pengolahan lahan, apalagi ada potensi kekeringan yang sudah diprediksi oleh BMKG, maka kami sebagai penyuluh harus melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman di tingkat petani, salah satunya dengan mempercepat pertanaman," tutur Harnalitha.
Menurut Hasanuddin, sebagai petani, mereka sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi pupuk dan benih bersubsidi.
"Secara jujur, kami sebagai petani pasti melakukan penanaman jika semua sarana yang dibutuhkan tersedia, seperti mesin hand traktor, air, benih dan pupuk. Khusus mesin hand traktor, kami bisa sewa pada pemilik, tapi kalau air yang tidak tersedia, ini pasti menyulitkan kami. Makanya karena air masih tersedia dengan baik, kami segerakan pengolahan lahan," ungkapnya.
Penulis : Jamaluddin Al Afgani.
Sabtu, 02 Mei 2020

Jelang Lebaran Ditengah Covid 19, Petani Kab. Sidrap Terus Tingkatkan Produktivitas Pangan
Jumat, 01 Mei 2020

Penyuluh Pertanian Kab. Sidrap Tak Surutkan Semangat Terus Dampingi Petani

Diduga Korban Penculikan Seorang Bocah 5 Tahun Ditemukan Tanpa Kepala
Sigapnews.com, Sidrap (Sulsel) - Kasus penculikan bocah 5 tahun yang ditemukan sudah menjadi jasad tanpa kepala dan mengambang disaluran irigasi di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritenggae, Sidrap, terungkap.
Pelakunya tak lain adalah ibu tiri korban bernama Ani binti Lasinring (50) warga Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.
Hal itu disampaikan Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika, Jumat, 1 Mei 2020.
Terduga pelaku ditangkap saat berpura-pura datang untuk membesuk korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo Sidrap.
Pelaku diamankan oleh tim gabungan Polres Sidrap dan Pinrang.
"Pelaku kita amankan tadi malam pada pukul 21.00 wita di RSUD Nemal saat datang melihat korban Muh Haikal," kata AKP Benny Pornika.
Dari haril introgasi pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penculikan disertai pembunuhan bocah 5 tahun yang tak lain adalah anak tirinya sendiri.
Adapun barang yang dicuri berupa satu buah handpone, SIM dan STNK mobil Suzuki Futura dihilangkan dengan cara membakarnya.
Kini pelaku dibawa ke Mapolres Sidrap guna penyelidikan lebih lanjut. (H.Ady).

Yanto Penyuluh Pertanian Sidrap, Semangat Turun Ke Lapangan Dampingi Kegiatan Petani
Jumat, 24 April 2020

Jaga Stok Beras Tetap Ada, Kelompok Tani Kab. Sidrap Lakukan Panen Padi
Sigapnews.com, Sidrap (Sulsel) - Pandemi covid-19 tidak menghalangi aktivitas pertanian di Kabupaten ini, ini Terbukti pada minggu ketiga April ini petani semangat dan giat melakukan panen padi.
Kostratani sebagai program strategis pertanian turut berperan tinggi dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19.
Dengan Kostratani pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan yang lebih modern. Tetap produltif ditengah pandemi covid-19, Sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun Kita harus pastikan tersedianya pangan untuk seluruh rakyat Indonesia, Hal ini ditegaskan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) beberpa waktu lalu.
Senada dengan Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kostratani ini ibarat menu lengkap , dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern.
"Apalagi di saat wabah corona atau Covid-19 yang sedang menyerang, Peran Kostratani ini menjadi meningkat dalam menyadiakan stok pangan dan ini membuktikan pertanian tidak berhenti," Jelasnya.
Petani bersama Penyuluh Pertanian Bapak Riswan Cewang dari BPP/Kostratani Tellu Limpoe membuktikan kerja nyatanya dalam mendampingi panen padi varietas Inpari 32 di luas lahan 30,85 Ha dengan produktivitas 7,2 Ton/Ha yang dilakukan Kelompok Tani Rijang Panua, desa Pajalele Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap.
Riswan Cewang juga menjelaskan bahwa penyuluh bertugas menjaga proses panen tetap berlangsung aman. Selain itu mereka memberikan bimbingan kepada petani tentang tata cara panen saat situasi darurat ini, sesuai dengan protokol pengamanan covid-19, Jumat (25/4/2020)
Tetap menggunakan masker/penutup wajah, menjaga jarak aman (physical distancing), saat melakukan aktifitas panen dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun setiap selesai melaksanakan aktifitas. Ditengah mewabahnya pandemi covid-19 tidak menghalangi kami untuk tetap produktif. ungkap Riswan Cewang.
Penulis : Heppy
Editor : AL AzIz
Sumber Data : Riswan Cewang Penyuluh Pertanian BPP Tellu Limpoe
Kamis, 23 April 2020

Penyuluh dan Petani Seirama Support Kostratani
Minggu, 19 April 2020

Kementan Jamin Stok Pangan Aman, Penyuluh dan Petani di Sidrap Semagat Panen Padi Ditengah Covid 19
Sigapnews.com, Sidrap - Kementerian Pertanian mendapat tugas dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk indonesia.
Oleh karenanya, peran penyuluh dalam mendampingi petani di lapangan harus terus digalakkan untuk memastikan pertanian terus berjalan.
Ketersediaan stok pangan akan mewujudkan ketahanan pangan, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki akses terhadap pangan sekalipun mereka berada di rumah akibat wabah Covid-19 yang mengharuskan mereka menjaga jarak (social distancing).
Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.
“Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, pejabat daerah beserta jajarannya secara langsung harus memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing.
Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional aman dan terkendali dengan baik” tegas SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan kepada seluruh pelaku pertanian agar roda pembangunan senantiasa tetap bergerak untuk dapat mempertahankan ketersediaan pangan di Negara tercinta ini.
“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.
Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, Ini membuktikan pertanian tidak berhenti.
Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen dan pemprosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan” tegas Dedi.
Semangat inilah yang ditunjukkan olen salah satu penyuluh pertanian Wahidah, SP, M.Si yang tetap mendampingi pelaksanaan panen yang dilakukan oleh kelompok tani Mamminasae II di Desa Lise, Kecamatan Panca lautan, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan sekalipun di tengah wabah pandemi Covid-19.
Menurut Wahidah, salah satu anggota Poktan Mamminasae II melakukan panen padi menggunakan combine harvester di lahan seluas 0,74 ha, Varietas padi Inpari 32 dengan provitas 6,5 Ton/ha.
“Penggunaan combine harvester dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya serta mengurangi potensi kehilangan hasil padi.
Penggunaan alat dan mesin pertanian (combine harvester) saat panen juga untuk memperkecil kemungkinan penyebaran virus covid-19 dikarenakan interaksi orang di lahan dapat dibatasi," jelas Wahidah, Minggu (19/4/2020).
Hal ini sesuai dengan anjuran dari Menteri Pertanian agar petani menggunakan alsintan untuk meminimalkan interaksi petani dengan banyak orang ketika bekerja di lahan di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. (AZR/JML) BBPP-BK.

Amankan Pangan, Penyuluh Kostratani Dorong Poktan olah Lahan Ditengah Pandemi Covid 19
Sigapnews.com, Sidrap (Sulsel) - Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) Menegaskan Kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.
“Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, pejabat daerah beserta jajarannya secara langsung harus memastikan ketersediaan pangan di daerahnya masing-masing. Hal ini dilakukan utuk memastikan ketersediaan pangan nasional aman dan terkendali dengan baik” tegas SYL.
Menindak lanjuti arahan Mentan, Bapak Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Prof. Dr. Dedi Nursyamsi.M.Agr menyatakan bahwa Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. "Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat, sehingga pertanian tidak boleh berhenti," tegas Dedi.
Ditengah kondisi pendemi Covid penyuluh dan petani sebagai garda terdepan pertanian diminta selalu siap untuk tetap berproduksi dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
"Meski besok kiamat hari ini kita tetap tanam," seru Kepala Badan PPSDMP di beberapa kesempatan.
Memasuki musim tanam ke II Periode April September tahun 2020, Kostratani BPP Kecamatan Tellulimpo Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pendampingan pengolahan lahan yang dilakukan oleh Poktan Malilu Sipakainge.
Yanto Arbanu, sebagai Penyuluh pendamping menyatakan bahwa, Kostratani dan penyuluh terus bergerak dan mendampingi untuk meyakinkan petani agar mempercepat pengolahan lahan.
"Kita berharap petani terus berproduksi dari hulu sampai hilir untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mendukung tersedianya pangan bagi rakyat indonesia ditengah kondisi Pandemi Covid-19, " ungkap Yanto.
"Pengolahan Lahan di Poktan Malilu Sipakainge dilaksanakn pada areal 37 ha. Rencananya petani akan menanam padi Varietas Inpari 33," lanjut Yanto.
Ketua Poktan Malilu Sipakainge, Mansyar menyatakan bahwa," meskipun wabah Pandemi Covid-19 sedang melanda, petani harus tetap mengolah lahan untuk persiapan tanam, apalagi benih sudah tumbuh dipersemaian.
"Kami juga tetap berusaha mengikuti semua himbauan agar selamat, karena petani juga pengen tetap sehat," jelas Mansyar. (YNT/JML) BBPP-BK.
Sabtu, 18 April 2020

Penyuluh dan Petani di Sidrap Amankan Stok Pangan Ditengah Pandemi Covid 19
Sigapnews.com, Sidrap - Kementerian Pertanian mendapat tanggung jawab untuk memastikan stok pangan cukup dalam mewujudkan ketahanan pangan, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memiliki akses terhadap pangan sekalipun mereka berada di rumah akibat wabah Covid-19 yang mengharuskan social distancing.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai bahwa bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Okeh karena itu, penguasaan teknologi pertanian mutlak dilakukan agar semakin memudahkan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita,” tegas Mentan Syahrul.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.
“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu, semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan COVID-19 ini,” tegas Dedi.
Salah satu pejuang pangan yang berusaha tetap eksis di tengah wabah Covid-19 adalah anggota Kelompok Tani (Poktan) Lakara II, Kelurahan Amparita, Kec. Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.
Didampingi penyuluh pertanian St. Rawasiah, SP, Poktan Lakara II melakukan panen padi Varietas Ciherang dengan provitas 7 ton/ha.
Produksi tanaman padi di Kabupaten
Sidrap pada tahun 2017 mencapai
665.287 ton yang dipanen dari areal
seluas 106.327 Ha atau dengan
produktivitas sebesar 6.25 Ton/Ha.
"In Syaa Allah stok pangan cukup, apalagi Kab. Sidrap sebagai salah satu lumbung padi Nasional sedang memasuki panen raya. Kami sangat senang melihat semangat petani dalm panen, apalagi panen menggunakan teknologi tepat guna combine harvester sehingga mengefisienkan waktu dan meminimalkan kehilangan hasil," jelas Rawasiah, Sabtu (18/4/2020).
Seiring dengan peningkatan jumlah korban akibat Covid-19, Rawasiah berpesan, "Bapak dan ibu semua, tolong tetap di rumah yah, biar kami dan para petani yang ke lapangan untuk mempersiapkan kebutuhan pangan". Tuturnya.(JML) BBPP-BK.
FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram