-->

Ads

Nasional

Kesehatan

Internasional

TOP NEWS

Sabtu, 31 Oktober 2026

Dugaan Polisi Dobrak Pesantren Jadi Sorotan, KAKI Jatim Tantang Kapolri Buktikan Komitmen Polri Bersama Masyarakat


Jateng, Sigapnews.com, Dugaan tindakan pendobrakan yang dilakukan aparat kepolisian di lingkungan pondok pesantren memantik kritik dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur. Tindakan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut etika penegakan hukum sekaligus penghormatan terhadap ulama dan lembaga pendidikan keagamaan.

Ketua KAKI Jatim, Hosen, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai aparat penegak hukum seharusnya mampu mengedepankan profesionalitas dan pendekatan persuasif tanpa mengabaikan prosedur hukum yang berlaku.

Menurutnya, pesantren bukan sekadar bangunan atau tempat aktivitas masyarakat, melainkan lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan kehidupan keagamaan.

"Penegakan hukum tidak boleh dilakukan secara semena-mena. Jika benar ada tindakan pendobrakan pesantren tanpa prosedur dan etika yang semestinya, maka hal itu harus dipertanggungjawabkan. Aparat tidak boleh merasa memiliki kewenangan tanpa batas," tegas Hosen, Sabtu (31/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa kewenangan kepolisian harus dijalankan berdasarkan hukum, bukan dengan tindakan yang berpotensi melukai kehormatan pihak lain.

Hosen juga mengaitkan persoalan tersebut dengan slogan Polri Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Baginya, slogan tersebut semestinya tercermin dalam perilaku setiap personel kepolisian, termasuk ketika menjalankan tugas di lingkungan masyarakat dan lembaga keagamaan.

"Bagaimana masyarakat bisa merasa dilindungi jika tindakan aparat justru menimbulkan keresahan? Polri harus membangun kepercayaan, bukan menghadirkan ketakutan. Hormati ulama, hormati pesantren, dan jangan abaikan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

KAKI Jatim pun meminta Kapolri tidak tinggal diam. Hosen mendesak agar dugaan peristiwa tersebut segera diklarifikasi dan diusut secara objektif, termasuk memeriksa personel yang terlibat apabila terdapat indikasi pelanggaran prosedur maupun kode etik.

Ia menegaskan, transparansi menjadi penting agar masyarakat mengetahui duduk perkara sebenarnya dan tidak muncul kesan adanya pembiaran terhadap tindakan aparat yang dipersoalkan.

"Kapolri harus membuktikan bahwa Polri Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan. Jika ada anggota yang terbukti melanggar, harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan. Jangan biarkan kepercayaan rakyat terhadap institusi Polri rusak karena tindakan di lapangan," tutup Hosen.

(Redho)

Tekan Balap Liar, Polres Soppeng Jadikan Bhayangkara Cup III Wadah Pembinaan Generasi Muda


Soppeng, Sigapnews.com, Mengubah potensi balap liar menjadi prestasi olahraga menjadi salah satu pesan penting di balik penyelenggaraan AMS Racing Bhayangkara Cup III Grasstrack dan Motocross 2026 yang digelar Polres Soppeng.

Berlangsung di Sirkuit Larakkiang, Pakkanrebete, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (31/10/2026), kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kecintaan terhadap dunia otomotif melalui jalur kompetisi yang resmi, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Kasat Reskrim Polres Soppeng Iptu Firman, selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepolisian terhadap perkembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya di bidang olahraga otomotif.

Ia menilai, hobi balap motor yang tidak tersalurkan dengan baik berpotensi mendorong anak muda melakukan aksi balap liar di jalan umum. Karena itu, kehadiran kompetisi resmi diharapkan menjadi alternatif sekaligus sarana pembinaan bagi para pecinta otomotif.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mengurangi aksi balap liar yang kerap membahayakan keselamatan para pengguna jalan," tegasnya.

Menurut Iptu Firman, Bhayangkara Cup III juga memberikan kesempatan kepada pembalap lokal untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur potensi mereka menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, TNI-Polri, komunitas otomotif, insan pers, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada panitia, personel pengamanan, tenaga medis, dan marshal yang telah bekerja memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Di sisi lain, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan bahwa penyelenggaraan Bhayangkara Cup III merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” ungkap AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh rider agar menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Kapolres berharap, kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai agenda olahraga semata, tetapi mampu melahirkan atlet-atlet otomotif potensial dari Kabupaten Soppeng yang dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Dengan demikian, Bhayangkara Cup III menjadi gambaran bahwa olahraga otomotif dapat diarahkan sebagai sarana pembinaan, pencegahan balap liar, sekaligus ruang untuk membangun generasi muda yang berprestasi dan sadar keselamatan berlalu lintas.

(Yund/JOIN)

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto Resmi Buka Bhayangkara Cup III, 129 Rider Ikuti Final Kejurprov 2026


Soppeng, Sigapnews.com, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., resmi membuka Bhayangkara Cup III Final Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Grasstrack dan Motocross 2026 di Sirkuit Larakiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 129 rider dari berbagai daerah dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, S.E.

Penyelenggaraan ajang otomotif tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Polres Soppeng dan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendorong perkembangan olahraga otomotif sekaligus menyediakan ruang kompetisi positif bagi generasi muda.

Bupati Suwardi Haseng turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Bhayangkara Cup III sebagai bagian dari upaya menghadirkan kegiatan olahraga yang berdampak bagi masyarakat dan membuka kesempatan bagi para atlet otomotif untuk mengembangkan prestasi.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, ini diikuti pembalap dari Kabupaten Soppeng maupun sejumlah daerah lainnya. Berbagai kelas dipertandingkan, mulai dari Trail Standar, Bebek Standar, Bebek Modifikasi, Trail Tune Up, Mini Trail, Mini Moto, Adventure hingga kelas FFA dan kategori lainnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Daniel Mario Halashon Sigalingging, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng Nahruddin, S.Ag., M.H., pimpinan BUMN/BUMD, para Pejabat Utama Polres Soppeng, Ketua KONI Soppeng Andi Muh. Sadri, Ketua Panitia IPTU Firman, S.H., M.H., Owner Noor Travel Muh. Akbar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan bahwa Bhayangkara Cup III tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan dan keterampilan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga otomotif.

Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi aksi balap liar sekaligus membangun budaya kompetisi yang profesional dan mengutamakan keselamatan.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Kapolres juga mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap mengedepankan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Melalui Bhayangkara Cup III, sinergi Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, KONI, dan komunitas otomotif diharapkan semakin memperkuat pembinaan olahraga otomotif di daerah.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarpembalap dan komunitas otomotif, menghadirkan hiburan bagi masyarakat, serta memberikan ruang bagi lahirnya atlet-atlet potensial dari Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Polemik Data Atlet Biliar Sulsel Mengemuka, NONO: KONI Harus Pastikan Pedum Dijalankan


Sulsel, Sigapnews.com, Dugaan ketidaksesuaian pendataan atlet cabang olahraga biliar di Sulawesi Selatan menjadi perhatian sejumlah insan olahraga dari berbagai kabupaten/kota. Mereka meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel segera turun tangan menyikapi persoalan yang diduga berkaitan dengan penerapan Pedoman Umum (Pedum).

Persoalan tersebut bermula dari adanya dugaan perbedaan antara data awal atlet dengan data akhir yang tercantum dalam daftar Entry By Name. Perubahan data yang dipersoalkan itu dinilai membutuhkan penjelasan terbuka, terutama menyangkut dasar administrasi, mekanisme verifikasi, serta pihak yang memiliki kewenangan melakukan perubahan.

Sejumlah pembina dan pelatih biliar daerah menduga terdapat proses perubahan data yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, mereka mempertanyakan kemungkinan adanya atlet tertentu yang dapat memenuhi persyaratan melalui perubahan data yang diduga tidak sesuai ketentuan.

Situasi tersebut memunculkan desakan agar seluruh proses pendataan atlet POBSI Sulsel diperiksa secara menyeluruh.

Resky Putra Pratama, S.H., yang akrab disapa NONO, selaku Wakil Ketua III POBSI Kabupaten Soppeng, menilai persoalan ini harus disikapi secara serius dan tidak boleh dibiarkan menjadi polemik tanpa kejelasan.

Menurutnya, setiap tahapan administrasi dalam olahraga harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada perbedaan antara data awal dan data akhir, tentu harus ada penjelasan. Perubahan data bukan sesuatu yang bisa dilakukan begitu saja tanpa dasar administrasi yang jelas. Apalagi jika perubahan tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan atlet," ujar NONO, Sabtu (31/10/2026).

NONO mengungkapkan bahwa pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota membutuhkan proses panjang. Para pelatih dan pengurus daerah berupaya menyiapkan atlet agar mampu bersaing melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Karena itu, ia menilai penerapan aturan harus dilakukan secara konsisten tanpa memberikan ruang bagi dugaan perlakuan khusus kepada pihak tertentu.

"Semua daerah punya tanggung jawab membina atlet. Kami ingin hasil pembinaan itu dihargai melalui kompetisi yang berjalan sesuai aturan. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada atlet yang mendapatkan kemudahan, sementara daerah lain harus mengikuti seluruh persyaratan," tegasnya.

Ia menambahkan, prinsip fair play harus menjadi dasar sejak proses pendaftaran hingga penetapan atlet, bukan hanya menjadi slogan ketika pertandingan berlangsung.

Baginya, Pedum KONI Sulsel merupakan acuan yang harus dihormati oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan event olahraga.

Untuk mendapatkan kejelasan, sejumlah insan biliar kabupaten/kota meminta KONI Sulsel mengambil langkah konkret melalui tiga tuntutan.

Pertama, meminta Ketua Umum KONI Sulsel membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri dugaan penyimpangan data atlet pada cabang olahraga biliar.

Kedua, meminta pengurus POBSI Sulsel membuka data awal dan data akhir atlet, termasuk dokumen Entry By Name, sehingga seluruh proses perubahan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan.

Ketiga, meminta audit terhadap mekanisme pendataan serta verifikasi ulang dokumen atlet yang dipersoalkan berdasarkan Pedum KONI Sulsel.

NONO menegaskan, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan memastikan tidak ada aturan yang dilanggar dalam proses penetapan atlet.

"Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Biarkan KONI melakukan pemeriksaan berdasarkan dokumen dan fakta. Jika memang tidak ada penyimpangan, sampaikan secara terbuka. Namun, apabila ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindak lanjut sesuai aturan," katanya.

Ia berharap persoalan ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan membangun kepercayaan antarpengurus POBSI kabupaten/kota.

"Jangan sampai kepercayaan insan biliar daerah hilang karena tidak adanya transparansi. Kami ingin biliar Sulsel maju, tetapi kemajuan itu harus dibangun di atas aturan, kejujuran, dan sportivitas," tutup NONO.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya mendapatkan klarifikasi dari pengurus POBSI Sulsel dan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel masih terus dilakukan.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait agar dugaan tersebut dapat diklarifikasi secara terbuka dan pemberitaan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan.

(Yund) 

Jumat, 30 Oktober 2026

Gerakan BARISAN SIPAKAINGE Digelorakan, MAN 1 Soppeng Integrasikan Kepedulian Lingkungan dan Nilai Keimanan


Soppeng, Sigapnews.com, Tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan dan agama, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya dengan menyosialisasikan gerakan BARISAN SIPAKAINGE yang mengusung nilai kearifan lokal Bugis dan pendekatan ekoteologi.

Gerakan tersebut langsung ditindaklanjuti Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., melalui rapat koordinasi bersama seluruh guru dan pegawai di lingkungan madrasah, Jumat (30/10/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul rapat koordinasi daring Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi upaya menyatukan pemahaman dan komitmen seluruh warga madrasah dalam mengimplementasikan program tersebut.

BARISAN merupakan akronim dari Bersih, Asri, Rindang, Indah, Sehat, Aman, dan Nyaman. Sementara SIPAKAINGE adalah filosofi Bugis yang mengandung makna saling mengingatkan.

Melalui konsep tersebut, MAN 1 Soppeng ingin membangun kesadaran bahwa lingkungan pendidikan yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan atau petugas kebersihan, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh warga madrasah.

Musmuliadi menegaskan, setiap warga madrasah harus berkontribusi melalui tindakan nyata dan menjadi contoh dalam membangun kebiasaan positif.

"Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga madrasah. Setiap individu harus mengambil peran, menjadi teladan, dan tidak segan saling mengingatkan dalam kebaikan dengan santun dan penuh kepedulian," ujarnya.

Komitmen tersebut juga ditopang pengalaman MAN 1 Soppeng dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan ramah anak.

Sejumlah penghargaan telah diraih, di antaranya Sekolah Sehat Nasional pada 2017, Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional pada 2018, Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak pada 2021, serta penghargaan Sekolah Adiwiyata pada 2025.

Dengan berbagai capaian itu, pelaksanaan BARISAN SIPAKAINGE menjadi bagian dari penguatan program yang telah berjalan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran ekologis di lingkungan madrasah.

Aspek yang menjadi perhatian utama dalam gerakan ini adalah penerapan ekoteologi. Pendekatan tersebut menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keimanan.

Musmuliadi berpandangan, pembentukan karakter peduli lingkungan harus dimulai dari pembiasaan. Peserta didik perlu diberi contoh dan kesempatan untuk mempraktikkan langsung perilaku menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

"Peserta didik tidak cukup hanya diajarkan teori tentang alam, tetapi harus dibiasakan mempraktikkannya. Membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan masjid hingga kelas adalah cerminan karakter seorang Muslim yang bertanggung jawab," tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar gerakan tersebut tidak berhenti sebatas slogan maupun kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten.

"BARISAN SIPAKAINGE harus menjadi budaya, dan ekoteologi menjadi ruh yang menggerakkan kepedulian kita. Menjaga alam adalah amanah, merawat lingkungan adalah ibadah, dan saling mengingatkan adalah tradisi," tegasnya.

Melalui gerakan ini, MAN 1 Soppeng menargetkan terbentuknya lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu menanamkan kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Sebuah ikhtiar membangun generasi berkarakter melalui perpaduan pendidikan, keimanan, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan.

(Yund)

Usai Tuding Wartawan Minta Uang, Karyawan SPPG Lalabata 01 Ditegur, Mitra Yayasan Sampaikan Maaf


Soppeng, Sigapnews.com, Pernyataan seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Lalabata 01 yang menyebut wartawan kerap meminta uang kepada pihak yayasan berbuntut klarifikasi. Perwakilan mitra Yayasan Nurul Ilham, Indra, akhirnya angkat bicara sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers.

Klarifikasi tersebut disampaikan Indra pada Jumat (30/10/2026), menyusul munculnya polemik terkait pemberitaan penghentian sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Lalabata 01, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Indra menjelaskan, penghentian sementara operasional SPPG tersebut bukan karena berstatus suspend, melainkan adanya sejumlah kendala administrasi dan persoalan pendanaan.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi berkaitan dengan kewajiban pelaporan harian yang menjadi bagian dari ketentuan operasional SPPG.

"Ini bukan suspend, tetapi memang dilarang beroperasi untuk sementara waktu dengan menggunakan uang pribadi, dan penghentian juga karena dananya belum masuk," jelas Indra.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di Soppeng. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, sekitar 6.000 SPPG di berbagai wilayah Indonesia turut mengalami penghentian sementara.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persoalan operasional tersebut. Sikap seorang karyawan perempuan yang mempertanyakan pemberitaan media justru memunculkan polemik tersendiri.

Dalam pemberitaan Potretsulsel.com, karyawan tersebut mempertanyakan alasan wartawan memberitakan terhentinya distribusi MBG, bahkan menyatakan tidak ada keberatan dari orang tua murid.

"Apa masalahnya kalau terhenti, na ndak adaji keberatan dari orang tua murid. Apa hubungannya media menulis masalah ini," demikian pernyataannya.

Lebih jauh, karyawan tersebut juga melontarkan tudingan bahwa wartawan yang memberitakan persoalan SPPG pada akhirnya akan meminta uang kepada pihak yayasan.

"Terus, kalau berita seperti ini ditulis, ujung-ujungnya wartawan pasti minta uang saja ke yayasan, sudah banyak kejadian," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi persoalan karena menyangkut nama baik profesi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Merespons hal itu, Indra menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal dan memberikan peringatan keras kepada karyawan yang bersangkutan.

Ia pun secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ucapan yang telah menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan insan pers.

"Mewakili oknum karyawan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan yang terjadi," ungkapnya.

Indra menegaskan, pihak yayasan tidak menginginkan kejadian serupa terulang. Ia bahkan menyebut adanya konsekuensi tegas apabila karyawan tersebut kembali melakukan tindakan yang sama.

"Kami sudah melakukan peringatan keras terhadap oknum karyawan. Jika melakukan lagi, tentunya ada konsekuensi, termasuk dikeluarkan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati tugas dan fungsi wartawan sebagai pihak yang mencari, mengumpulkan, mengolah, serta menyampaikan informasi kepada publik.

"Jadi sekali lagi, atas nama pihak yayasan dan mitra, mewakili oknum karyawan, kami memohon maaf kepada insan pers secara keseluruhan," tuturnya.

Indra berharap permohonan maaf tersebut dapat mengakhiri kesalahpahaman sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran pengelola SPPG agar lebih bijak dalam berkomunikasi dengan media.

(Red)

Cegah Penyakit Jantung, Soppeng Cetak 30 Kader Penggerak Hidup Sehat hingga Desa


Soppeng, Sigapnews.com, Upaya pencegahan penyakit jantung di Kabupaten Soppeng mulai diperkuat melalui pembentukan kader penggerak kesehatan masyarakat. Sebanyak 30 peserta mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Klub Jantung Sehat Tingkat Dasar yang dipersiapkan untuk mengembangkan gerakan hidup sehat hingga tingkat desa.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Jumat (30/10/2026), tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Selatan, Yayasan Hadji Kalla, dan TP PKK Kabupaten Soppeng.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

Ia mengapresiasi Yayasan Jantung Indonesia dan Yayasan Hadji Kalla yang telah mengambil bagian dalam mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya melalui upaya pencegahan penyakit jantung.

Menurutnya, pelatihan ini memiliki nilai penting karena peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Suarni berharap para peserta dapat mengikuti seluruh materi dan praktik secara maksimal sehingga ilmu yang diperoleh bisa diterapkan sekaligus disebarluaskan di lingkungan masing-masing.

"TP PKK Kabupaten Soppeng siap mendukung upaya ini karena keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Selatan, Delya Djafar, mengatakan bahwa 30 peserta tersebut merupakan calon penggerak yang diharapkan menjadi fondasi pengembangan Klub Jantung Sehat di Kabupaten Soppeng.

Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan peserta selama mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WITA.

Delya berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengedukasi masyarakat, sehingga manfaat program tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Sementara itu, Program Officer Bidang Kemanusiaan Yayasan Hadji Kalla, Muhammad Jumadi, menaruh harapan agar para peserta mampu membentuk dan mengembangkan Klub Jantung Sehat di wilayah masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat melalui olahraga teratur, menghindari rokok, serta meningkatkan perhatian terhadap faktor risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperluas gerakan hidup sehat di Kabupaten Soppeng. Dengan hadirnya para penggerak di berbagai wilayah, edukasi mengenai kesehatan jantung diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk di tingkat desa.

Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng serta perwakilan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Kamis, 29 Oktober 2026

Bupati Soppeng Raih Penghargaan PWI Sulsel 2026, Komitmen Pendidikan Mendapat Apresiasi


Soppeng, Sigapnews.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima penghargaan PWI Sulsel Awards 2026 kategori Kepala Daerah yang Berkomitmen dan Berprestasi dalam Memajukan Dunia Pendidikan. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua PWI Sulawesi Selatan, Suwardi Tahir, di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Kamis malam (29/10/2026).

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam suasana silaturahmi yang mempertemukan Bupati Soppeng dengan jajaran PWI Sulsel dan Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Makali Kumar, S.H., beserta rombongan.

Dalam pertemuan itu, Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan penghargaan yang diterimanya. Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers semakin erat sehingga komunikasi serta kerja sama dalam mendukung pembangunan dapat terus berjalan.

“Terima kasih kepada Ketua PWI Sulsel, Sekjen SMSI Pusat, dan seluruh rombongan yang telah bersilaturahmi malam ini. Penghargaan ini luar biasa. Kami berharap sinergi positif antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus terjaga dan berkesinambungan,” ungkap Suwardi Haseng.

Ia menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan media sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang baik. Melalui pemberitaan yang informatif, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai berbagai perkembangan dan program pembangunan daerah.

Penghargaan Diserahkan dalam Kunjungan ke Soppeng

PWI Sulsel Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang digelar dalam rangkaian pelantikan pengurus PWI Sulawesi Selatan periode 2026–2031 di Hotel Claro, Makassar, pada 17 Oktober 2026.

Selain Bupati Soppeng, sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan juga memperoleh penghargaan atas kontribusi mereka dalam berbagai sektor pembangunan.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pembangunan dan Konektivitas Daerah. Bupati Maros, Chaidir Syam, serta Bupati Luwu, Patahudding, mendapat apresiasi atas kontribusi dalam pembangunan inklusif dan pelayanan dasar.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menerima penghargaan sebagai kepala daerah inovator pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan peternakan. Sementara Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mendapat penghargaan atas inovasi ketahanan pangan.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, atas kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan lanjut usia. Kepala daerah dari Kabupaten Barru, Wajo, dan Kepulauan Selayar turut mendapat apresiasi dalam kategori berbeda.

PWI Sulsel Awards 2026 diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan dedikasi tokoh serta kepala daerah yang dinilai berperan dalam pembangunan dan berbagai bidang yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Soppeng, penghargaan di bidang pendidikan tersebut menjadi momentum untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, memperluas akses layanan, dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

(Red)

Herwan Ketua JOIN Soppeng Minta Pengelola MBG Jalan Kemakmuran Klarifikasi Tudingan terhadap Wartawan


Soppeng, Sigapnews.com, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Soppeng, Herwan, S.H., M.Si., menyampaikan keprihatinan atas pernyataan seorang karyawan yayasan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kemakmuran, Kabupaten Soppeng, yang diduga mengaitkan pemberitaan media dengan permintaan uang oleh wartawan.

Pernyataan tersebut mencuat setelah seorang karyawan perempuan menyampaikan keberatan ketika dimintai keterangan mengenai terhentinya penyaluran makanan MBG ke sejumlah sekolah. Pernyataan itu dikutip dalam pemberitaan Potretsulsel.com.

Dalam pemberitaan tersebut, karyawan itu mempertanyakan alasan media mengangkat persoalan penghentian distribusi makanan, dengan alasan tidak adanya keberatan dari orang tua murid.

Bahkan, ia menyampaikan dugaan bahwa pemberitaan serupa kerap berujung pada permintaan uang kepada pihak yayasan oleh wartawan.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari Herwan. Ia menilai, tudingan yang menyangkut integritas profesi wartawan seharusnya tidak disampaikan secara umum tanpa penjelasan mengenai fakta dan bukti yang mendasarinya.

Menurut Herwan, tugas wartawan adalah mencari, mengumpulkan, memverifikasi, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas tersebut, konfirmasi kepada pihak terkait merupakan bagian penting untuk memperoleh informasi yang berimbang.

“Ketika ada persoalan dalam pelayanan publik, media memiliki kepentingan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Konfirmasi kepada pengelola merupakan bagian dari kerja jurnalistik, bukan alasan untuk langsung mengaitkannya dengan tudingan tertentu,” demikian inti sikap yang disoroti dalam persoalan tersebut.

Ia juga menilai, jika memang terdapat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum wartawan, hal itu perlu dijelaskan secara spesifik dan disertai bukti agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap seluruh insan pers.

Penghentian Distribusi MBG Perlu Dijelaskan

Selain polemik pernyataan karyawan, perhatian publik juga tertuju pada informasi mengenai penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kemakmuran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, dapur tersebut disebut telah dua kali mengalami suspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena diduga bermasalah.

Namun, informasi mengenai frekuensi penghentian, penyebab, dan status operasional terkini masih membutuhkan penjelasan resmi dari BGN maupun pihak pengelola.

Kejelasan tersebut dinilai penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai alasan distribusi makanan terhenti dan bagaimana kelanjutan pelayanan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.

Sebagai program yang berkaitan dengan pemenuhan gizi, pelaksanaan MBG membutuhkan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap persoalan operasional perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Herwan pun meminta pihak pengelola memberikan klarifikasi terhadap pernyataan karyawannya sekaligus menjelaskan persoalan operasional dapur MBG di Jalan Kemakmuran.

Media memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik, sementara pihak pengelola juga memiliki hak untuk menjelaskan duduk persoalan berdasarkan fakta yang ada.

Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi resmi dari pihak yayasan dan BGN terkait pernyataan tersebut serta informasi penghentian sementara dapur masih diperlukan.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

(Yund)

Rabu, 28 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Tekankan Pentingnya Pendidikan Tinggi, Personel Didorong Lanjut Magister Manajemen di Unipol


Soppeng, Sigapnews.com,– Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong personel mengembangkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan hingga jenjang magister.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Sosialisasi Program Pascasarjana (S2) Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menyasar perwakilan personel yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1), sebagai langkah awal untuk memberikan informasi mengenai kesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dalam sambutannya menegaskan, peningkatan kemampuan anggota Polri harus berjalan seiring dengan perkembangan tantangan tugas dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang semakin berkualitas.

Menurutnya, pengalaman di lapangan merupakan modal penting bagi anggota, tetapi harus diperkuat dengan pengetahuan akademik, wawasan luas, serta kemampuan manajerial yang memadai.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi institusi Polri. Personel yang memiliki pengetahuan, wawasan, dan kemampuan manajerial yang baik akan lebih siap menghadapi dinamika tugas serta tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang,” ungkapnya.

Ia menilai, pendidikan lanjutan dapat menjadi salah satu sarana untuk membentuk personel yang mampu berpikir lebih sistematis, mengambil keputusan secara tepat, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, Kapolres mengajak personel yang memenuhi persyaratan agar tidak menyia-nyiakan peluang untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan formal.

“Pendidikan harus menjadi landasan untuk membentuk personel yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan secara tepat serta bertanggung jawab. Saya berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengembangkan diri, tanpa mengesampingkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri,” tegasnya.

Bekal Akademik untuk Mendukung Tugas Kepolisian

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I Universitas Lamappapoleonro, Dr. Asmini, S.E., M.Si., memaparkan informasi mengenai Program Magister Manajemen sebagai alternatif pengembangan kompetensi akademik bagi personel Polres Soppeng.

Sosialisasi ini diharapkan membantu anggota memahami peluang melanjutkan pendidikan S2 sekaligus mempertimbangkan manfaatnya bagi pengembangan kapasitas pribadi dan profesional.

Upaya peningkatan kualitas personel melalui pendidikan diharapkan turut memperkuat kesiapan anggota dalam menghadapi dinamika organisasi, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mendukung pelayanan kepolisian yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kegiatan dimulai pukul 08.25 Wita dan berakhir pada pukul 09.45 Wita. Selama pelaksanaan sosialisasi, situasi berlangsung aman dan tertib.

(Yund)

Bunda PAUD Soppeng Tinjau Tiga TK, Revitalisasi Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Belajar


Soppeng, Sigapnews.com, Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan revitalisasi tiga Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Soppeng, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini menyasar dua TK di Kecamatan Lalabata, yakni TK Aisyiyah Bustanul Athfal Jerae Pioli dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bila, serta TK PKK Mujahidin Lamogo di Kecamatan Liliriaja.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan revitalisasi sekaligus memastikan kondisi sarana dan prasarana pendidikan menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Hj. Suarni Suwardi menekankan bahwa revitalisasi sekolah harus memberikan manfaat bagi peserta didik, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai dapat membantu menunjang kegiatan belajar mengajar serta memberikan ruang yang lebih mendukung bagi anak-anak untuk mengikuti proses pembelajaran.

Ia berharap pelaksanaan revitalisasi di ketiga TK tersebut berjalan dengan baik sehingga fasilitas yang dibenahi dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat sarana maupun prasarana yang telah diperbaiki. Pemeliharaan yang baik diperlukan agar fasilitas tersebut tetap berfungsi dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Soppeng turut didampingi pihak terkait, serta disambut oleh pengelola dan tenaga pendidik dari masing-masing TK.

Monitoring ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong tersedianya fasilitas pendidikan anak usia dini yang lebih layak di Kabupaten Soppeng, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan PAUD.

(Yund)

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI


Madina, Sigapnews.com, Pelaksanaan Madina Super League 2026 di Lapangan Mangga Dua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah muncul dugaan promosi produk tembakau dalam rangkaian pertandingan. Persoalan tersebut memicu desakan agar pihak penyelenggara memberikan klarifikasi dan otoritas sepak bola bersama instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan tersebut.

Sorotan mencuat setelah pada waktu istirahat babak pertama pertandingan, Selasa (27/10/2026), terdengar pengumuman melalui pengeras suara yang menyebutkan bahwa penonton yang memiliki rokok merek Apel Royal berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai.

Pengumuman tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan penyelenggara terhadap ketentuan promosi produk tembakau, terutama karena kegiatan olahraga dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.

Sejumlah pihak menilai, apabila kegiatan tersebut terbukti merupakan bagian dari promosi atau aktivasi sponsor produk tembakau, maka legalitasnya perlu diperiksa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta ketentuan organisasi sepak bola yang relevan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Mandailing Natal, Parlin Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi inisiatif swasta yang menyelenggarakan kegiatan olahraga bagi masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

"Pada prinsipnya, kami mengapresiasi inisiatif pihak swasta dalam menyelenggarakan kegiatan olahraga yang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.

Namun demikian, setiap kegiatan olahraga harus tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Parlin Lubis.

Terkait pemberitaan mengenai dugaan promosi produk tembakau dalam Madina Super League 2026, Parlin berharap pihak penyelenggara memberikan klarifikasi.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Askab PSSI Mandailing Natal untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Terkait pemberitaan mengenai dugaan promosi produk tembakau dalam Madina Super League 2026, kami berharap pihak penyelenggara dapat memberikan klarifikasi dan terlebih dahulu kami akan berkoordinasi ke Askab PSSI Madina," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan dugaan promosi produk tembakau dalam turnamen itu memerlukan penjelasan lebih lanjut dari penyelenggara dan koordinasi dengan pihak terkait.

Persoalan ini juga berkaitan dengan ketentuan pengendalian produk tembakau di Indonesia.

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur berbagai pembatasan terkait iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau.

Ketentuan tersebut perlu dicermati untuk menilai apakah pengumuman pemberian hadiah kepada penonton yang memiliki produk rokok tertentu termasuk bentuk promosi yang dilarang.

Penilaian hukum perlu mempertimbangkan bentuk kegiatan, pihak yang menyelenggarakan promosi, sasaran promosi, serta ketentuan spesifik yang berlaku. Oleh karena itu, dugaan pelanggaran tersebut perlu diperiksa berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia.

Selain regulasi pemerintah, ketentuan PSSI maupun peraturan kompetisi yang berlaku juga perlu ditelusuri untuk memastikan apakah Madina Super League 2026 berada di bawah naungan atau yurisdiksi organisasi sepak bola tersebut dan apakah terdapat ketentuan khusus mengenai sponsor produk tembakau.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari panitia penyelenggara mengenai pengumuman hadiah yang dikaitkan dengan rokok merek Apel Royal tersebut masih perlu diperoleh.

Klarifikasi diperlukan untuk menjelaskan apakah pengumuman tersebut merupakan bagian dari kerja sama sponsor, kegiatan promosi yang direncanakan, atau bentuk aktivitas lain yang dilakukan selama pertandingan.

Pihak penyelenggara juga perlu menjelaskan identitas pihak yang memberikan hadiah, mekanisme pemberian hadiah, serta hubungan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan turnamen.

Di sisi lain, koordinasi antara Dispora Madina dan Askab PSSI diharapkan dapat memperjelas aspek regulasi dan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

Pemeriksaan secara objektif menjadi penting agar persoalan ini tidak berhenti pada polemik di ruang publik, tetapi memperoleh kejelasan berdasarkan fakta, ketentuan hukum, dan aturan olahraga yang berlaku.

Prinsipnya, penyelenggaraan kompetisi sepak bola bukan hanya menyangkut pertandingan dan hiburan masyarakat, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan penonton, serta tanggung jawab penyelenggara dalam menjaga integritas kegiatan olahraga.

(Magrifatulloh).

Selasa, 27 Oktober 2026

Investasi Pabrik Pala Rp164 Miliar Dilirik Investor, Suwardi Haseng Terima LoI di SIBF 2026


Makassar, Sigapnews.com, Peluang pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Soppeng semakin terbuka. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima Letter of Intent (LoI) dari PT Firmansyah Khatulistiwa Group untuk penjajakan rencana pembangunan pabrik pengolahan pala dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp164 miliar.

Penyerahan dokumen minat investasi tersebut berlangsung dalam rangkaian Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 di Claro Hotel Makassar, Rabu (28/10/2026).

LoI diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M., sebagai langkah awal penjajakan rencana investasi di Kabupaten Soppeng.

Kehadiran rencana investasi ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan potensi perkebunan melalui sektor industri. Tidak hanya mengandalkan penjualan hasil panen, komoditas pala diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

SIBF 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor. Dalam forum tersebut, sebanyak 43 proyek investasi potensial di wilayah Sulawesi dipromosikan untuk menarik minat dunia usaha dan memperkuat iklim investasi regional.

Bagi Kabupaten Soppeng, rencana pembangunan pabrik pala berpotensi memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat. Kebutuhan bahan baku industri dapat membuka peluang pasar bagi petani, terutama apabila perusahaan nantinya membangun pola kemitraan yang berkelanjutan dengan kelompok tani dan pemasok lokal.

Di sisi lain, kegiatan industri juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja, baik secara langsung di lingkungan pabrik maupun melalui usaha pendukung seperti transportasi, pergudangan, dan distribusi.

Nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp164 miliar turut membuka peluang masuknya aktivitas ekonomi baru ke daerah. Namun, besarnya manfaat yang akan dirasakan masyarakat nantinya tetap bergantung pada realisasi proyek, kepastian operasional perusahaan, serta sejauh mana petani dan tenaga kerja lokal dilibatkan.

Penjajakan ini sekaligus menjadi momentum bagi Soppeng untuk memperkuat daya tarik investasi berbasis potensi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kemitraan yang saling menguntungkan, komoditas pala berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.

Meski demikian, penyerahan LoI masih merupakan tahap awal dan belum dapat dimaknai sebagai kepastian pembangunan pabrik. Tahapan selanjutnya menjadi penting untuk memastikan rencana investasi tersebut dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Red)

Percepat OPLAH Non-Rawa 2026, Bupati Soppeng Soroti Sinergi dan Target Lahan 8.315 Hektare


Soppeng, Sigapnews.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta percepatan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa 2026 dilakukan melalui penguatan koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Program dengan sasaran lahan seluas 8.315,58 hektare dan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng.

Arahan itu disampaikan Suwardi dalam Pertemuan Koordinasi Percepatan Kegiatan OPLAH Non-Rawa 2026 di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target. Seluruh pihak yang terlibat diminta memperkuat sinergi agar berbagai tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai target,” ujar Suwardi.

Ia juga menaruh harapan agar program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama petani yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian daerah.

“Saya berharap seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan kerja sama sehingga program ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para petani dan meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Soppeng. Insya Allah manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

OPLAH Non-Rawa 2026 di Kabupaten Soppeng memiliki cakupan lahan 8.315,58 hektare dengan anggaran sekitar Rp38 miliar. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran kegiatan, termasuk tim teknis, pengawas, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Pertemuan koordinasi tersebut diikuti ratusan peserta dari tim teknis OPLAH Non-Rawa, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, tim pengawas, serta kelompok tani pelaksana.

Turut hadir unsur PLN UP3 Parepare, PLN ULP Soppeng, PLN ULP Pajalassang, dan Bank Mandiri Cabang Soppeng.

Sebanyak 172 kelompok tani tercakup dalam agenda koordinasi percepatan program tersebut. Keterlibatan kelompok tani diharapkan mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus memperkuat upaya optimalisasi lahan pertanian.

Besarnya cakupan program menuntut pelaksanaan yang terencana dan terkoordinasi. Selain percepatan, pengawasan terhadap kegiatan serta evaluasi pencapaian target menjadi hal penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.

Koordinasi lintas sektor juga diharapkan membantu mengantisipasi kendala teknis yang berpotensi menghambat kegiatan. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh petani.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap OPLAH Non-Rawa 2026 menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan lahan, memperkuat produktivitas pertanian, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan program ini nantinya diharapkan tidak hanya tercermin dari pencapaian target luas lahan, tetapi juga dari manfaat yang diperoleh petani serta peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Pedagang Tak Boleh Berlama-lama Berhenti Berjualan, Bupati Suwardi Haseng Siapkan Pasar Darurat Batu-Batu


Soppeng, Sigapnews.com, Perhatian terhadap nasib pedagang pascakebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, ditunjukkan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan menyiapkan lokasi berjualan sementara. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali menjalankan usaha dan memulihkan penghasilan mereka.

Suwardi kembali meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan area di belakang pasar yang terbakar disiapkan untuk menjadi pasar darurat bagi para pedagang.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap lokasi tersebut sudah bisa digunakan pada hari pasar berikutnya. Dengan adanya tempat berjualan sementara, pedagang diharapkan tidak harus menunggu hingga seluruh proses pemulihan pasar selesai untuk kembali beraktivitas.

“Pedagang harus segera bisa kembali berjualan. Kami sementara menyiapkan tempat di belakang pasar yang terbakar. Mudah-mudahan pada hari pasar berikutnya, tempat itu sudah bisa digunakan,” ujar Suwardi.

Kebakaran yang melanda pasar tersebut bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Bagi pedagang, kesempatan untuk kembali berjualan menjadi kebutuhan mendesak agar roda ekonomi keluarga tetap berjalan.

Karena itu, selain menyiapkan lokasi darurat, Pemkab Soppeng juga mengupayakan bantuan bagi pedagang yang mengalami kerugian besar. Penanganan bantuan tersebut akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Suwardi menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polres Soppeng, TNI, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pembersihan sisa kebakaran.

Apresiasi juga diberikan kepada jajaran Pemkab Soppeng, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para pelajar yang bergotong royong membersihkan area pasar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai mencerminkan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurut Suwardi, kerja sama lintas instansi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak kebakaran, mulai dari pembersihan lokasi hingga persiapan tempat berjualan sementara.

Upaya pemulihan juga telah dibahas dalam rapat darurat secara daring yang dipimpin Suwardi pada Minggu (25/10/2026). Rapat tersebut melibatkan Penjabat Sekretaris Daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait untuk mengoordinasikan langkah penanganan.

Koordinasi selanjutnya dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Suwardi menyebutkan, laporan kebakaran telah disampaikan kepada gubernur untuk dibahas bersama, termasuk kemungkinan dukungan bagi pemulihan pasar dalam jangka menengah dan panjang.

“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Beliau berkomitmen untuk membahas penanganan bersama, termasuk langkah-langkah yang diperlukan untuk pemulihan dalam jangka menengah dan jangka panjang,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap penyiapan pasar darurat dapat menjadi langkah awal bagi pedagang untuk bangkit setelah kebakaran. Sembari menunggu penanganan lanjutan, keberadaan lokasi sementara diharapkan mampu menjaga aktivitas jual beli dan membantu masyarakat kembali memperoleh pendapatan.

Suwardi juga mengajak para pedagang dan warga terdampak untuk tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Pemkab Soppeng berupaya mengoordinasikan berbagai kebutuhan pemulihan agar aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Batu-Batu dapat kembali berjalan secara bertahap.

(Red)

Senin, 26 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Bersama Forkopimda Hadiri Apel Operasi Patuh 2026, Keselamatan Lalu Lintas Jadi Prioritas


Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat dukungan terhadap upaya menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2026 di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (26/10/2026).

Apel yang berlangsung pukul 08.30 WITA tersebut dipimpin Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., dan sejumlah perwakilan instansi terkait.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel gabungan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026 di wilayah Kabupaten Soppeng.

Kehadiran Bupati Suwardi Haseng mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah kepolisian dalam meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Namun, upaya mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib tidak hanya bergantung pada petugas, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Rangkaian apel ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan personel Satlantas Polres Soppeng, Kodim 1423 Soppeng, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kabupaten Soppeng. Penyematan tersebut menjadi simbol kesiapan personel dalam menjalankan tugas selama operasi berlangsung.

Sejumlah unsur turut ambil bagian dalam apel, meliputi personel Polres Soppeng, Kodim 1423 Soppeng, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PSC Kabupaten Soppeng, serta gabungan siswa SMA.

Dalam arahannya, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan pentingnya pelaksanaan operasi yang mengedepankan profesionalisme, ketegasan, dan pendekatan humanis. Menurutnya, penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Disiplin berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran setiap pengguna jalan, bukan hanya karena adanya petugas. Saya menginstruksikan seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, tegas, humanis, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan agar seluruh personel melaksanakan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Edukasi kepada pengendara dinilai penting untuk membangun kebiasaan tertib berlalu lintas, bukan sekadar kepatuhan ketika petugas berada di lapangan.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menekan pelanggaran serta mengurangi potensi kecelakaan. Dengan demikian, keberhasilan Operasi Patuh 2026 tidak hanya terlihat dari pelaksanaan penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Masyarakat Kabupaten Soppeng pun diimbau untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi dokumen kendaraan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Apel Gelar Pasukan berakhir pukul 08.50 WITA dalam keadaan tertib. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal kesiapan personel gabungan dalam mendukung Operasi Patuh 2026 demi terciptanya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Soppeng.

(Yund)

Minggu, 25 Oktober 2026

Baru Dilantik Jadi Wakil Ketua Golkar Sulsel, Suwardi Haseng Langsung Berpacu ke Lokasi Kebakaran Pasar Batu-Batu


Soppeng, Sigapnews.com, Kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, menjadi alasan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., segera meninggalkan agenda lanjutan Partai Golkar di Makassar dan kembali ke daerahnya, Minggu (25/10/2026).

Usai dilantik sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Four Points Makassar, Suwardi memilih tidak menghadiri acara syukuran HUT Golkar di Pinisi Point. Ia langsung bertolak ke Soppeng untuk meninjau kondisi pasar yang dilanda kebakaran pada Sabtu (24/10/2026).

Sekitar pukul 20.00 WITA, Suwardi tiba di lokasi kebakaran. Kedatangannya ditujukan untuk melihat langsung kondisi pascakejadian sekaligus memastikan jajaran pemerintah daerah bergerak menangani dampak musibah yang menimpa masyarakat dan pedagang.

Keputusan untuk segera pulang diambil di tengah rangkaian agenda politik yang masih berlangsung. Setelah menyelesaikan prosesi pelantikan, Suwardi memilih memprioritaskan peninjauan di wilayahnya.

Di lokasi, ia didampingi Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin dan Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan. Turut hadir Kasat Intelkam Polres Soppeng, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng H. Asis Dahlan, aparat keamanan, serta masyarakat setempat.

Koordinasi Dilakukan Sebelum Tiba di Lokasi

Penanganan kebakaran telah dikoordinasikan Suwardi dari Makassar melalui sambungan video call. Ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng bergerak cepat tanpa menunggu kepulangannya.

Arahan tersebut mencakup pengamanan lokasi, pemantauan kondisi pascakebakaran, pendataan warga dan pedagang terdampak, serta identifikasi kebutuhan mendesak masyarakat.

Pendataan menjadi salah satu tahapan penting agar pemerintah daerah memperoleh gambaran mengenai dampak kebakaran dan dapat menyiapkan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Bagi para pedagang, kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu bukan hanya menyisakan kerusakan bangunan, tetapi juga berpotensi mengganggu mata pencaharian dan aktivitas ekonomi keluarga mereka.

Karena itu, penanganan pascakebakaran membutuhkan tindak lanjut yang terukur. Selain memastikan keamanan lokasi, pemerintah daerah perlu mengawal pendataan kerugian, menyiapkan bantuan sesuai kebutuhan, serta merumuskan langkah pemulihan agar kegiatan perdagangan dapat kembali berjalan.

Kehadiran Suwardi di lokasi menjadi bagian dari respons awal pemerintah daerah terhadap musibah tersebut. Selanjutnya, masyarakat terdampak menantikan langkah konkret yang dapat membantu mereka melewati masa sulit dan memulihkan aktivitas ekonomi pascakebakaran.

(Red)

Selidiki Kebakaran Pasar Batu-Batu, Polres Soppeng Turunkan Tim Labfor Polda Sulsel


Soppeng, Sigapnews.com, Polres Soppeng terus berupaya mengungkap penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu yang berada di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan bukti ilmiah, kepolisian melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan berlangsung pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tim Labfor melakukan penelusuran di lokasi kebakaran untuk mengumpulkan petunjuk, memeriksa bukti yang ditemukan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Olah TKP dipimpin Kasubdit Fisika Komputer Forensik Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Wiji Purnomo, S.T., M.H. Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turut hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Soppeng dan Kapolsek Marioriawa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Jumiar, S.T., M.M., Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., serta Koordinator Pasar Batu-Batu Japri, S.Sos.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa penyelidikan kebakaran Pasar Batu-Batu harus dilakukan secara cermat dan profesional. Menurutnya, pemeriksaan ilmiah diperlukan agar penyebab kejadian tidak disimpulkan hanya berdasarkan asumsi.

“Penanganan peristiwa ini tidak boleh didasarkan pada dugaan semata. Kami bersama Tim Labfor Polda Sulsel berupaya mengungkap penyebab kebakaran melalui pemeriksaan secara ilmiah dan pengumpulan bukti yang relevan. Kami ingin memastikan setiap tahapan penyelidikan berjalan profesional, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait juga diperlukan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran yang memengaruhi aktivitas perdagangan dan mata pencaharian masyarakat.

Pelibatan Tim Labfor menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelidikan melalui analisis terhadap temuan di lokasi kejadian. Bukti yang terkumpul nantinya dapat membantu penyidik menyusun gambaran mengenai rangkaian peristiwa dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di tengah perhatian masyarakat terhadap kebakaran tersebut, kepastian penyebab kejadian menjadi hal yang dinantikan. Namun, hasil pemeriksaan harus terlebih dahulu dianalisis sebelum kesimpulan resmi dapat disampaikan.

Hingga olah TKP dilaksanakan, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan. Polres Soppeng menegaskan bahwa proses penyelidikan akan mengacu pada hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Pengungkapan yang menyeluruh diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat, terutama para pedagang yang terdampak, sekaligus memastikan bahwa setiap kemungkinan penyebab ditelusuri secara objektif.

Polres Soppeng pun menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, mengedepankan pembuktian ilmiah, serta menjalankan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

(Yund)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Raih Emas dan Perunggu di Kejurnas Gateball 2026, Pergatsi Sulsel Bidik Prestasi di PON 2028


Jakarta, Sigapnews.com, Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan atlet menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 setelah menorehkan prestasi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball XIII Tahun 2026.

Kontingen Sulawesi Selatan sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu dalam kejuaraan yang berlangsung di Lapangan RS Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta, pada 19–24 Oktober 2026.

Medali emas diraih pada nomor beregu campuran, sedangkan medali perunggu diperoleh dari nomor tunggal putra. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pergatsi Sulsel untuk meningkatkan daya saing atlet dalam menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Kejurnas Gateball XIII diikuti 747 atlet dari 28 provinsi dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Selasa (20/10/2026).

Ketua Pengprov Pergatsi Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, M.M., menyebut hasil tersebut sebagai buah kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus. Namun, ia menegaskan bahwa capaian itu juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembinaan.

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh pengurus. Kami bersyukur Sulsel bisa membawa pulang medali emas dan perunggu dari kejuaraan sebesar ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, prestasi di Cibubur tidak boleh membuat tim cepat berpuas diri. Pergatsi Sulsel harus memanfaatkan hasil kejuaraan tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.

Emas Beregu Campuran Jadi Modal Evaluasi

Keberhasilan meraih emas pada nomor beregu campuran menjadi salah satu pencapaian yang disoroti Pergatsi Sulsel. Nomor ini menuntut kekompakan, ketepatan strategi, konsentrasi, serta komunikasi yang solid antarpemain.

Hasbi menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama tim dalam olahraga gateball.

“Gateball itu olahraga tim. Emas di beregu campuran lahir dari kekompakan, strategi yang tepat, dan komunikasi yang baik antarpemain di lapangan. Itu yang kami banggakan dari anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, medali perunggu pada nomor tunggal putra turut memperlihatkan potensi atlet Sulsel yang masih bisa dikembangkan melalui program pembinaan berkelanjutan.

“Perunggu di tunggal putra juga capaian yang patut dihargai. Ini bukti atlet kita punya bekal untuk naik level, asal pembinaannya terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam Kejurnas Gateball XIII, Sulawesi Selatan mengikuti tujuh nomor pertandingan, yakni tunggal putra, tunggal putri, double campuran, triple campuran, beregu campuran, triple putra, dan beregu putra.

Dari tujuh nomor tersebut, Sulsel berhasil mengamankan dua medali. Hasil pada nomor yang belum menghasilkan medali akan menjadi catatan penting untuk mengevaluasi efektivitas latihan, strategi pertandingan, dan kesiapan atlet.

“Kejurnas ini ajang pembuktian pembinaan yang kita lakukan. Medali yang kita dapat jadi motivasi, sementara nomor yang belum berhasil kita jadikan bahan evaluasi. Kita akan perkuat latihan dan kesiapan atlet,” tutur Hasbi.

Bidik Babak Kualifikasi PON XXII/2028

Usai Kejurnas Gateball XIII, Pergatsi Sulsel kini mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Hasbi menegaskan, raihan medali di tingkat nasional bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi dan memastikan atlet tampil dengan kesiapan yang lebih baik saat menghadapi babak kualifikasi.

“Capaian di Kejurnas ini bukan garis akhir, melainkan modal untuk melangkah ke Babak Kualifikasi PON. Kami ingin atlet Sulsel datang dengan persiapan yang matang,” katanya.

Evaluasi hasil pertandingan di Cibubur diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun program latihan yang lebih terarah. Peningkatan kemampuan individu, kekompakan tim, ketepatan strategi, dan mental bertanding menjadi aspek yang perlu terus diperkuat.

Pergatsi Sulsel juga berharap atlet dan pelatih mampu menjaga konsistensi pembinaan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang menjadi prestasi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Hasbi mendorong agar olahraga gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, gateball tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mengandung nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

“Kami ingin gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulsel. Olahraga ini mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan, dan itu nilai yang baik bagi generasi muda,” ujarnya.

Raihan satu medali emas dan satu medali perunggu di Kejurnas Gateball XIII Tahun 2026 menjadi pijakan bagi Pergatsi Sulsel untuk melanjutkan pembinaan sekaligus membenahi kekurangan yang masih ada.

Dengan evaluasi yang terarah, latihan yang konsisten, dan persiapan yang lebih matang, Sulawesi Selatan berharap mampu meningkatkan daya saing atlet saat menghadapi Babak Kualifikasi PON XXII/2028. (*)

KAHMI Sulsel Canangkan Graha Hijau Hitam, Perkuat Regenerasi di Usia 60 Tahun


Makassar, Sigapnews.com, Memperkuat keberlanjutan organisasi dan menyiapkan generasi penerus menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Di Sulawesi Selatan, semangat tersebut diwujudkan melalui langkah awal pembangunan Graha Hijau Hitam yang diharapkan menjadi pusat aktivitas, pertukaran gagasan, dan penguatan kaderisasi.

Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan menandai langkah tersebut melalui kegiatan Kick Off Graha Hijau Hitam yang dirangkaikan dengan syukuran Milad KAHMI ke-60 di Hotel MaxOne, Makassar, Sabtu malam (24/10/2026).

Agenda ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan gagasan yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Graha Hijau Hitam direncanakan menjadi rumah bersama keluarga besar HMI dan KAHMI, sekaligus ruang untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mengembangkan tradisi intelektual.

Sekretaris Umum MW KAHMI Sulsel, Dr. Hidayah Muhallim, S.Sos., M.A., dalam laporan panitia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan agar rencana pembangunan graha dapat berlanjut hingga tahap realisasi.

Ketua Umum HMI Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas, menilai Graha Hijau Hitam perlu memiliki peran lebih luas daripada sekadar menjadi fasilitas organisasi.

Ia berharap gedung tersebut nantinya mampu menjadi ruang pembinaan kader, pengembangan pemikiran, serta tempat lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Graha Hijau Hitam harus menjadi lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami berharap tempat ini menjadi laboratorium pergerakan, ruang untuk mengembangkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan keberlanjutan perjuangan HMI dan KAHMI bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan graha memiliki arti strategis bagi keberlanjutan gerakan Hijau Hitam. Interaksi antara kader dan alumni diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman, memperluas wawasan, dan mendorong lahirnya generasi penerus yang siap menghadapi perubahan zaman.

Dengan demikian, keberadaan Graha Hijau Hitam diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan memperkuat peran organisasi dalam kehidupan sosial.

Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan jajaran Majelis Daerah dan keluarga besar Hijau Hitam terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dari jajaran Majelis Daerah maupun keluarga besar Hijau Hitam. Kebersamaan dan dukungan ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Graha Hijau Hitam sebagai rumah bersama bagi keluarga besar HMI dan KAHMI,” ungkapnya.

Fadriaty juga mengapresiasi upaya panitia yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan peluncuran awal pembangunan tersebut.

“Kami hanya berusaha memfasilitasi launching atau kick off ini dengan ikhtiar semaksimal mungkin melalui kerja-kerja panitia yang luar biasa. Semoga ke depan gedung ini bisa segera terbangun seperti yang kita rencanakan,” tambahnya.

Dukungan berbagai elemen menjadi kekuatan awal untuk mendorong terwujudnya rencana tersebut. Ke depan, kesinambungan upaya dan keterlibatan seluruh pihak diharapkan dapat mengantarkan pembangunan Graha Hijau Hitam dari tahap gagasan menuju realisasi.

Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Qomar, mengingatkan pentingnya menjadikan Milad ke-60 sebagai momentum untuk merawat kebersamaan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Momentum Milad ke-60 KAHMI harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan memastikan kontribusi KAHMI tetap relevan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Syamsul Qomar turut mengapresiasi penyelenggaraan perayaan Milad KAHMI ke-60 oleh MW KAHMI Sulsel. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai perayaan paling megah dan spektakuler dibandingkan perayaan yang diselenggarakan Majelis Wilayah KAHMI lainnya di Indonesia.

“Sejauh ini, perayaan Milad KAHMI yang dilaksanakan KAHMI Sulsel malam ini adalah yang paling megah dan spektakuler dari seluruh Majelis Wilayah di Indonesia. Keren!” ujarnya.

Perayaan tersebut dihadiri ratusan anggota KAHMI dan kader HMI, bersama sejumlah tokoh nasional, tokoh daerah, dan unsur pemerintahan.

Hadir di antaranya perwakilan Menteri Pertanian RI, perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.

Turut hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama suaminya, IAS, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Ketua KPU dan Bawaslu Sulawesi Selatan, jajaran pengurus Majelis Daerah KAHMI se-Sulawesi Selatan, serta Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Sulawesi Selatan.

Kehadiran para tokoh dan keluarga besar Hijau Hitam tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi organisasi.

Memasuki enam dekade perjalanan, KAHMI menghadapi tantangan untuk menjaga nilai perjuangan sekaligus memastikan keberlanjutan peran organisasi. Rencana pembangunan Graha Hijau Hitam menjadi salah satu ikhtiar untuk menjawab tantangan tersebut, dengan harapan menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan mendorong pengabdian yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Photos

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved