-->

Sabtu, 15 Februari 2025

Polisi Sidoarjo Tingkatkan Pengamanan Tradisi Nyadran di Balongdowo

Sidoarjo, Sigapnews.com, Satpolairud Polresta Sidoarjo dan Polsek Candi melaksanakan pengamanan kegiatan Nyadran, tradisi ruwatan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi yang berlangsung Sabtu (15/2/2025).

Kegiatan Nyadran Desa Balongdowo merupakan sebagai ungkapan rasa syukur warga setempat, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan kupang. Mulai pagi hari sibuk menyiapkan pesta perayaan. Wajah-wajah sumringah terpancar sampai malam, menandakan antusiasme tinggi dalam menjalani tradisi ini.

Iring-iringan perahu dengan start dari Desa Balongdowo menuju ke Makam Dewi Sekardadu, Kepetingan, Sawohan disambut meriah warga yang berjajar di tepi aliran sungai.

Sementara untuk mengamankan tradisi nyadran tersebut, anggota polisi tampak siaga dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban.

"Masyarakat dan peserta nyadran kami himbau untuk turut menjaga keamanan, ketertiban serta mewaspadai bila mendadak terjadi cuaca ekstrem," ujar Kasat Polairud Polresta Sidoarjo Kompol Ludwi Yarsa Pramono.

(Redho)

Jumat, 14 Februari 2025

Kasus Ibu di Sidoarjo Siram Air Panas Anak Kandung, Ini Kronologi dan Tindak Lanjutnya

Sidoarjo, Sigapnews.com, Kesal terhadap ulah buah hatinya sendiri, RA seorang ibu yang tinggal di wilayah Candi, Sidoarjo, pada akhir Januari 2025 lalu tega menyiram air panas dan melakukan kekerasan fisik pada anaknya yang berusia tiga tahun tersebut.

Atas perbuatan yang telah dilakukan RA, kini diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo. Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, Jumat (14/2/2025), menjelaskan kronologi tindak kekerasan fisik yang dilakukan pelaku terhadap korban anak kandungnya.

"Tersangka mengetahui korban ngompol, lalu tersangka melepas sprei, selanjutnya sprei tersebut di taruh di tempat cucian kemudian di rendam dengan air sabun. 

"Tidak lama kemudian tersangka merasa kesal karena korban menangis di tempat cucian sprei, sehingga tersangka tersulut emosi hingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban," jelasnya.

Kekerasan fisik yang dilakukan tersangka terhadap anaknya, adalah dengan cara menyiram air panas dari dispenser mengenai kepala dan punggung korban sebanyak dua kali. 

Lalu tersangka memasak air hingga mendidih kemudian tersangka menyiramkan air panas dari kompor tersebut mengenai kepala, wajah dan punggung korban sebanyak dua kali. 

"Tidak hanya menyiram air mendidih, kekerasan fisik dilakukan ibunya berlanjut dengam memukul punggung dan tangan korban beberapa kali menggunakan sapu lantai stenlis hingga ujung sapunya bengkok dan korban menangis kesakitan," terang Kombes. Pol. Christian Tobing.

Tidak lama kemudian tersangka menyuruh pembantunya meneruskan mencuci sprei. Setelah itu tersangka menyuruh pembantunya memandikan korban. 

Lalu tersangka pergi ke apotik beli salep, karena melihat kondisi korban merah melepuh di wajahnya, dan setelah tubuh korban diolesi salep namun kondisinya semakin melepuh. Hingga korban dibawa ke rumah sakit.

Kasus ini ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 80 ayat (2) dan atau ayat (4) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak.

(Redho)

Senin, 03 Februari 2025

Kolaborasi Polsek dan Koramil Krembung, Sosialisasi Nasionalisme di SMKI Rejeni

Sidoarjo, Sigapnews.com, Polsek Krembung bersama Koramil Krembung melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa-siswi SMKI Rejeni, Selasa (4/1/2025).

Hadirnya TNI-Polri di sekolah tersebut guna memberikan edukasi kepada pelajar tentang Nasionalisme, serta mewaspadai bahaya kenakalan remaja.

Kanit Binmas Polsek Krembung Aiptu Adin menjelaskan, bahwa pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme kepada pelajar di era kemajuan teknologi seperti saat ini adalah sebagai antisipasi pengaruh kenakalan remaja. Seperti tindakan perundungan, tawuran, narkoba dan sebagainya.

Karenanya melalui program Wayang Pandawa (Wayae Nyangkruk Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa) yang dijalankan Polsek Krembung, diharapkan dapat mencegah terjadinya kenakalan anak dan remaja. Sehingga dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolsek Krembung AKP Nanang Mulyono mengatakan Program Wayang Pandawa ini terlahir berlatar belakang adanya tindakan bullying di sekolah, tawuran remaja, bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pornografi, penyalahgunaan media sosial dan lainnya.

"Untuk mewaspadai bahaya kenakalan anak dan remaja kami mengajak pihak orang tua juga sekolah turut berperan mengedukasi dengan nilai-nilai positif tentang ajaran agama, pendidikan dan moral," ujarnya.

Minggu, 26 Januari 2025

Persiapan Matang, Keamanan Imlek di Klenteng Teng Swie Bio Jadi Fokus Kapolsek Krian


Sidoarjo, Sigapnews.com, Kapolsek Krian melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi perayaan untuk memastikan kesiapan dan keamanan dalam perayaan Imlek yang akan berlangsung. Senin (27/1/2025). 

Kapolsek Krian dan Koramil melakukan peninjauan langsung ke lokasi perayaan untuk memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan baik.

"Kami ingin memastikan bahwa perayaan Imlek berlangsung dengan aman dan lancar. Kami juga ingin memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan baik," Ujar Kapolsek Krian Kompol I.G.P.Atma Giri,S.H.M.H.

Koramil Krian  juga menambahkan bahwa kegiatan patroli dan cek kesiapan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Krian.

Polsek Krian akan terus melakukan patroli dan memantau keamanan di wilayah Krian, terutama pada saat perayaan Imlek,".

"Kami berharap perayaan Imlek di Klenteng Teng Swie Bio dapat berlangsung dengan aman dan lancar, tandas Kapolsek.

(Redho) 

Jumat, 24 Januari 2025

Kasus BBM Eceran Bercampur Air Pedagang Pertamini Mau Ganti Rugi

Sidoarjo, Sigapnews.com
Kasus BBM eceran bercampur air, yang terjadi di salah satu pedagang eceran di Desa Sedenganmijen, Krian, Sidoarjo dengan korban si pemilik kendaraan berakhir damai. Pedagang BBM eceran yang diketahui bernama Rio Febrian asal Tarakan Barat, Kota Tarakan, telah mengganti kerugian yang dialami korban yakni Muhammad Aji Rahmayuda, warga Urang Agung, Sidoarjo.

Pedagang Pertamini mengganti kerugian biaya perbaikan kendaraan milik korban di bengkel, lantaran mengalami kerusakan cukup parah setelah mengisi BBM eceran di toko miliknya yang bercampur dengan air.

Kapolsek Krian, Kompol IGP Atma Giri membenarkan, jika kasus ini berakhir damai. Pedagang telah mengganti biaya kerugian korban dengan menanggung biaya perbaikan mobil korban yang rusak akibat diisi BBM eceran yang bercampur air tersebut.

"Antara pedagang dan pembeli sudah sepakat damai dan tidak melanjutkan ke jalur hukum. Pedagang telah mengganti biaya kerugian yang dialami korban sebesar 5 Juta," ujarnya, Sabtu (25/1/2025)

Atma Giri membeberkan, awalnya korban membeli BBM eceran ke toko milik Rio. Namun setelah diisi BBM eceran jenis pertalit itu, kendaraan korban justru menjadi mogok dan terpaksa masuk bengkel.
"Setelah dicek ternyata, BBM tersebut bercampur dengan air," ungkap Atma Giri.

Sementara dari pengakuan pedagang BBM eceran yang menggunakan pompa pertamini itu, kata Atma Giri, pedagang mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui jika drum yang berisi pertalite yang berada di tempat pompa bensin miliknya berisi air.

"Dari pengakuannya, katanya drum kemasukan air karena curah hujan tinggi," terang Atma Giri.

Kapolsek mengimbau, kepada masyarakat untuk lebih teliti dan berhati-hati saat mengisi BBM untuk kendaraannya. Disarankan untuk mengisi BBM kendaraan di SPBU resmi yang sudah tersedia. Karena di SPBU resmi tempat penyimpanannya selain higenis dari debu, juga terlindungi dari tumpahan air hujan.

(Redho)

Kamis, 23 Januari 2025

Polresta Sidoarjo Bantu Kesehatan Warga Desa Kedungbanteng Terdampak Banjir

Sidoarjo, Sigapnews.com, Sudah sepekan ini warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo terdampak banjir. Akibat curah hujan tinggi mengakibatkan air sungai mengarah ke daerah tersebut meluap.

Disampaikan Kepala Desa Kedungbanteng Budiono, Jumat (24/1/2025), hujan deras dalam tujuh hari terakhir mengakibatkan air sungai di desanya meluap ke perkampungan. Untuk penangan banjir juga sudah terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama stake holder terkait.

Bahkan bantuan sosial dan kesehatan juga mengundang perhatian pihak terkait. Salah satunya pada Jumat (24/1/2025), pihaknya menerima tim Dokkes Polresta Sidoarjo dipimpin AKP Rukwandi turun langsung melaksanakan bakti kesehatan.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan pembagian obat gratis dari Dokkes Polresta Sidoarjo, Budiono mengapresiasi sebagai upaya terkontrolnya kondisi kesehatan warga.

"Adanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dari Polresta Sidoarjo, sejumlah keluhan kesehatan warga dapat di cek langsung oleh tim medis. Harapannya warga kami selalu sehat di tengah dampak banjir yang melanda saat ini," ungkapnya.

Ainur Rofiah, warga Desa Kedungbanteng, mengucapkan terima kasih kepada Polresta Sidoarjo yang memeriksa keluhan kesehatannya karena tiga hari ini kakinya merasakan gatal. "Terima kasih ini sudah diperiksa dokter polisi dan diberi obat gratis," ucapnya.

Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Rukwandi mengatakan, bakti kesehatan Polresta Sidoarjo bagi warga terdampak banjir Desa Kedungbanteng merupakan wujud kepedulian Polri. Tujuannya untuk mengecek kondisi kesehatan warga di tengah cuaca ekstrem dan tinggal di lokasi banjir.

"Selain melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, Si Dokkes Polresta Sidoarjo bersama pemerintah desa di Kedungbanteng juga menyiapkan Posko Kesehatan dengan menempatkan tim medis untuk siaga menangani bila ada keluhan kesehatan dari warga," ujarnya.

(Redho)
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved