-->

Rabu, 02 April 2025

Soppeng Butuh Inovasi, Bukan Sekadar Copy-Paste


Soppeng, Sigapnews.com, Warga kabupaten Soppeng patut berbangga dengan tatanan pembangunan yang sudah terbentuk selama ini. Namun, pertanyaannya, apakah cukup hanya mengandalkan pola lama tanpa terobosan baru? hal itulah yang menjari pertanyaan sejumlah pihak, Rabu (2/4/2025). 

Beberapa waktu terakhir, masyarakat mulai menyoroti praktik  kebijakan yang terkesan hanya meniru atau mengulang program sebelumnya tanpa sentuhan kreativitas.Jangan hanya mengcopy-paste tatanan yang sudah baik sekadar untuk mengganti nama. Pemimpin harus berani melahirkan gebrakan baru  

Warga soppeng Butuh Pemimpin Visioner dan menantikan pemimpin yang tidak hanya sekadar melanjutkan, tetapi juga membawa ide segar, inovasi, dan terobosan baru dan perubahan yang tidak hanya mengandalkan jiplakan dari masa lalu, melainkan karya orisinal yang lahir dari pemikiran progresif 

Kami ingin bangga dengan hasil pemikiran pemimpin kami sendiri, bukan sekadar mengadopsi program yang telah ada. 

Jika pemimpin berani berpikir out of the box, bukan tidak mungkin Soppeng akan menjadi contoh daerah yang mengutamakan inovasi ketimbang sekadar mengikuti tren, Warga Soppeng siap mendukung, asalkan ada komitmen nyata untuk perubahan 

Soppeng punya segalanya untuk menjadi lebih baik. Kini, saatnya bergerak maju dengan terobosan, bukan sekadar mengulang masa lalu. 

(Yunandar) 

Kamis, 27 Maret 2025

Harga Gabah Petani Rp 6.500/kg: Kebijakan Nasional Dijaga Bersama, Masyarakat Diminta Turun Tangan

Soppeng, Sigapnews.com, Pemerintah telah menetapkan harga gabah basah petani sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai kebijakan nasional. (27/3/2025).

Keputusan ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan nasional. Namun, implementasinya membutuhkan pengawasan ketat dari semua pihak, termasuk peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan.

Kebijakan Harga Gabah: Perlindungan untuk Petani

Harga gabah Rp6.500/kg diharapkan dapat menjadi batas minimal yang adil bagi petani, terutama di tengah fluktuasi pasar dan tingginya biaya produksi.

Kebijakan ini harus benar-benar diterapkan di lapangan agar tidak dimanfaatkan oleh tengkulak atau oknum yang ingin mengambil keuntungan sepihak.

"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita. Jika harga gabah tidak stabil, mereka yang paling dirugikan. Karena itu, semua pihak harus mengawal kebijakan pro- Rakyat.

Aktivis seringkali menjadi garda terdepan dalam menyuarakan ketidakadilan, namun, isu seperti harga gabah petani justru sering luput dari perhatian. Padahal, ini adalah perjuangan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan jutaan petani kecil.

Jika ada penyelewengan, masyarakat mesti bersuara dan diperjuangkan, yang bukan hanya sebagai isu-isu politis sesaat. 

Kebijakan harga gabah Rp6.500/kg adalah langkah positif, tetapi tidak akan berarti tanpa pengawasan kolektif. Masyarakat, aktivis, dan khususnya mahasiswa harus terlibat aktif dalam memastikan petani tidak dirugikan.

"Jangan hanya ribut saat harga sembako naik, tapi diam ketika petani dipermainkan. Jika ingin berjuang untuk rakyat.

(Yun) 

Rabu, 26 Maret 2025

Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle Dukung MOU Kerjasama OPLAH 2025

Soppeng, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memberikan dukungan penuh terhadap penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Kerjasama Optimasi Potensi Lahan (OPLAH) yang berlangsung di Ruang Data Makodim 1423/Soppeng pada Rabu, 26 Maret 2025.

Acara yang dihadiri oleh Dandim 1423 Soppeng, Letkol Inf Reinhard Haposan Manurung, S.Pd., perwakilan Dinas TPHPKP Provinsi Sulsel, dan berbagai pihak terkait ini, menandai langkah penting dalam upaya peningkatan ketahanan pangan nasional.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle menekankan pentingnya kerjasama dan saling membantu di lapangan untuk keberhasilan program ini.

Wabup berharap suasana kolaboratif yang terjalin dapat dipertahankan dan ditingkatkan. 

“Ini bagian dari program nasional Presiden kita tentang ketahanan pangan,” ujar Wabup Soppeng Selle KS Dalle.

Kata Dia, “Kesempatan ini harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan kami mewakili Bapak Bupati siap membantu rekan-rekan semuanya,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf Reinhard Haposan Manurung, S.Pd., juga menyampaikan harapannya agar kerjasama ini berjalan lancar dan saling mendukung. 

Sementara itu, Tim Teknis Dinas TPHPKP Provinsi Sulsel, Basri Yusuf, SE., menyatakan kesiapannya untuk mengawasi dan memberikan dukungan penuh kepada para pihak yang terlibat dalam program OPLAH di lapangan.

Penandatanganan MOU ini disambut antusias oleh seluruh pihak yang hadir.

Penandatanganan ini sebagai langkah awal, keberhasilan program OPLAH yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.

(Red) 

Senin, 24 Maret 2025

UPT Kementan Gelar Pelatihan Alsintan untuk Swasembada Pangan

Gowa, Sigapnews.com, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku baru saja membekali penyuluh pendamping brigade pangan Kalimantan Utara melalui Training of trainer Alat Mesin Pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai pertemuannya dengan penyuluh mengajak para PPL untuk menggebrak pertanian Indonesia dengan mempercepat capaian swasembada pangan.

Menurut dia ada tiga langkah yang bisa ditempuh penyuluh dalam mewujudkan Indonesia swasembada.

“Pertama adalah PPL harus meningkatkan produktivitas, kedua meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan ketiga meningkatkan luas tambah tanam atau LTT. Aku PPL yang jadi menteri. Saya jadi PPL tahun 1995. Jadi PPL itu adalah menteri pertanian dan menteri pertanian adalah PPL,” kata Mentan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan SDM penyuluhan memegang peran penting untuk kemajuan pertanian. 

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari efektif yaitu tanggal 19 sampai dengan 21 Maret 2025 dan dihadiri secara virtual oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian agar lebih terampil dalam mengoperasikan dan merawat alat mesin pertanian.

“Penguasaan teknologi mekanisasi pertanian oleh penyuluh sangat penting untuk mendukung efektivitas dan efisiensi di lapangan. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan penyuluh dapat mendampingi petani dalam memanfaatkan alat mesin pertanian secara optimal guna meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan,” ujar Inneke Kusumawaty.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto berharap dengan adanya pelatihan ini, seluruh SDM penyuluh pertanian akan lebih siap mendukung operasional brigade pangan dan mensukseskan brigade pangan.

Total peserta sebanyak 33 orang yang merupakan penyuluh pertanian berasal dari Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Malinau diberi materi pelatihan yaitu, Pengenalan dan Pengoperasian Traktor Roda 4, Perawatan, dan Trouble Shooting Traktor Roda 4.

Sabtu, 08 Maret 2025

Modernisasi Pertanian di Sidrap: Kementan Salurkan Alsintan Pre-Panen

Sidrap, Sigapnews.com, Dalam rangka peningkatan indeks pertanaman dan mendukung swasembada pangan di kabupaten Sidenreng Rappang, Kementerian Pertanian kembali menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) prapanen untuk brigade pangan, Selasa (4/2).

Di kesempatan lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bantuan alsintan diberikan gratis untuk mendorong modernisasi pertanian dan membantu petani agar dapat mengolah lahan secara efisien.

“Kami berikan alsintan ini agar pertanian Indonesia maju dan mampu mencapai swasembada pangan. Semua bantuan ini gratis,” ujar Menteri Andi Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti,  menekankan bahwa pembentukan Brigade Pangan sangat penting untuk mendorong pertanian modern yang berkelanjutan. Ia menyebut peran vital generasi milenial dalam mengelola pertanian berbasis teknologi modern.

Menurutnya, Brigade Pangan yang dikelola oleh para petani milenial ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Adapun jenis alsintan yang diserahkan ke masing-masing brigade yaitu traktor roda 4 sebanyak 1 unit dan traktor roda 2 sebanyak 2 unit. Alsintan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah didampingi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

Salah satu penerima manfaat bantuan yaitu Manager BP Sidenreng 2, Usman mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian atas bantuan yang telah diberikan dan akan menggunakan bantuan tersebut dengan optimal.

"Kami merasa sangat terbantu karena traktor ini dapat mempercepat mengolah lahan yang kami kelola kurang lebih 200 hektar," ungkap Usman.

Hal yang sama diungkapkan Manager BP Lajonga, Husni. Menurutnya, alsintan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tercapainya swasembada pangan. Ia menambahkan, bahwa pihaknya juga telah memperoleh bantuan 1 unit combine harvester pada tahap pertama.

"Kami sebagai petani pada saat pengolahan lahan terkendala di alat, sehingga pengolahan sangat lambat. Tidak hanya itu, pada saat musim panen tiba, terkadang padi hancur tergenang air karena lambatnya proses pemanenan yang disebabkan kurangnya combine di lokasi kami," ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya bantuan ini, ia merasa sangat bersyukur dan akan memanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraannya dan mendukung pemerintah mencapai swasembada pangan.

Rabu, 05 Maret 2025

Pasar Murah Kementan, Solusi Jitu Jaga Stabilitas Harga Pangan Menjelang Ramadhan


Gowa, Sigapnews.com, Dalam upaya mendukung stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi Masyarakat, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus bergerak cepat memastikan harga pangan, dan memberikan akses bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang bulan suci Ramadhan. Kamis (6/3/2025). 


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pada operasi pasar pangan murah ini, pihaknya bersinergi dengan berbagai pihak agar masyarakat dapat menikmati harga sembako yang murah dan terjangkau.


"Operasi pasar ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. 


"Kami mengapresiasi dukungan PosIND dalam penyediaan lokasi distribusi bahan pangan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," ujar Andi Amran Sulaiman.


Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam kesempatan membuka acara menegaskan bahwa program ini merupakan bukti nyata aksi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, sehingga masyarakat tidak perlu merasa resah menghadapi bulan Ramadhan dan Idulfitri. 


“Jika program ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, maka kegiatan serupa akan terus dilakukan bahkan setelah bulan Ramadhan. 


Harapannya, pemerintah dapat terus memfasilitasi serta memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. 


Dengan begitu, semua dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga,” ujar Idha Widi Arsanti. 


Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani melakukan kunjungan koordinasi ke Pos Makassar. 


Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan distribusi gula dalam program Pasar Murah yang saat ini sedang berlangsung di BBPP Batangkaluku berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. 


Dalam pertemuan tersebut, Jamaluddin Al Afgani  Kepala BBPP Batangkaluku berdiskusi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan distribusi dan logistik, guna memastikan kelancaran pasokan gula yang menjadi salah satu komoditas utama dalam program ini. 


Koordinasi yang baik antara BBPP Batangkaluku dan Pos Indonesia Makassar diharapkan dapat mempercepat distribusi serta menghindari keterlambatan yang dapat menghambat akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.


“Kami ingin memastikan bahwa gula yang disalurkan dalam program Pasar Murah ini dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu, sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang lebih murah,” ujar Jamaluddin Al Afgani Kepala BBPP Batangkaluku.


Pasar Murah yang digelar di BBPP Batangkaluku merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang periode kebutuhan tinggi. 


Program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mendukung ketahanan pangan nasional.


Selain koordinasi terkait distribusi gula, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk membahas upaya peningkatan efektivitas pasar murah selama ramadhan, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program ini. 


Dengan sinergi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan program Pasar Murah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Masyarakat.


BBPP Batangkaluku terus berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. 


Melalui berbagai inisiatif dan kerja sama strategis, diharapkan kesejahteraan petani serta akses masyarakat terhadap bahan pangan yang terjangkau dapat terus ditingkatkan.


(Red) 

Rabu, 26 Februari 2025

Wabup Soppeng Selle KS Dalle Komitmen Majukan Daerah Lewat Retreat di Magelang

Magelang, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle hari ini tiba di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah untuk mengikuti Retreat Nasional bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah se-Indonesia Kamis tanggal 27 Februari 2025. 

Retreati ini merupakan bagian dari program pengembangan kepemimpinan bagi para pemimpin daerah yang baru dilantik.
 
Retreat yang dibuka pada Jumat, 21 Februari 2025, diperuntukkan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
 
Bapak Selle KS Dalle menyampaikan bahwa agenda retreat hari ini meliputi pemaparan dari sejumlah Menteri dan pembekalan oleh Presiden RI ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dilanjutkan dengan acara Parade Senja.  Retreat akan ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada tanggal 28 Februari 2025.

Para Wakil Kepala Daerah akan mengikuti Retreat selama 2 hari mulai tanggal 27-28 Februari 2025 dan mulai hari ini akan bergabung dengan para Kepala Daerah yang terlebih dahulu sudah berada di Magelang.
 
Wakil Bupati Soppeng terpilih ini dengan mengenakan seragam loreng Komcad, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini dan berharap dapat menyerap ilmu dan pengalaman berharga untuk kemajuan Kabupaten Soppeng.  

Beliau berkomitmen untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh guna mewujudkan Soppeng Setara, Sehat, Maju dan Berdaya Saing berbasis Agropolitan.

Senin, 24 Februari 2025

Kades Kohod Arsin Ditahan, Update Kasus Pagar Laut Tangerang

Jakarta, Sigapnews.com, Drama hukum yang melibatkan Kepala Desa Kohod, Arsin, akhirnya memasuki babak baru. Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri, Arsin resmi ditahan bersama tiga tersangka lainnya terkait kasus dokumen pagar laut Tangerang.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa penahanan dilakukan pada Senin (24/2/2025) malam. Selain Arsin, yang ikut merasakan dinginnya jeruji besi adalah Sekretaris Desa Kohod, Ujang Karta, serta dua penerima kuasa berinisial SP dan CE.

Setelah serangkaian pemeriksaan, Bareskrim langsung menggelar rapat internal dan memutuskan penahanan keempat tersangka di hari yang sama.

“Setelah pemeriksaan, kami beserta unit melaksanakan gelar internal, dan memutuskan mulai malam ini mereka ditahan,” ujar Djuhandhani, Selasa 25 Februari 2025.

Kini, proses hukum memasuki tahap berikutnya. Djuhandhani memastikan bahwa berkas perkara akan segera dilengkapi dan dikoordinasikan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) demi mempercepat proses persidangan.

Langkah penahanan ini bukan tanpa alasan. Djuhandhani menegaskan setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadi dasar keputusan ini.

“Tersangka tidak menghilangkan barang bukti, kemungkinan masih ada barang bukti yang akan kita perlukan untuk pengembangan perkara ini,” ujarnya.

“Dan yang ketiga, kita takutnya mengulangi perbuatannya dengan berbagai kewenangan yang dia miliki,” pungkas Djuhandhani.

Wujudkan Swasembada Pangan, Ini Harapan Mahasiswa dalam Kepemimpinan Mentan Andi Amran Sulaiman

Jakarta, Sigapnews.com, Ruang diskusi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, terasa berbeda pada Senin (25/2) siang. 

Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dari berbagai universitas di Indonesia berkumpul, bukan sekadar untuk berdialog, tetapi juga untuk menyampaikan harapan dan aspirasi mereka tentang masa depan pertanian Indonesia. 

Di hadapan mereka, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara tegas, penuh keyakinan, memaparkan strategi besar pemerintah dalam membangun pertanian nasional.

Mahasiswa yang hadir tampak antusias. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga mengajukan pertanyaan kritis. Namun, satu hal yang tidak terbantahkan mereka sepakat bahwa ketegasan Mentan Amran dalam membangun sektor pertanian adalah kunci bagi tercapainya swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Muhammad Tafiqul Siregar, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, menyampaikan harapannya terhadap kebijakan yang diterapkan Menteri Amran. 

Baginya, keberanian dan transparansi dalam kepemimpinan menjadi nilai penting dalam membawa perubahan nyata. 

“Beliau cukup tegas dan transparan, Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Amran, pertanian Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.

Bagi Tafiqul, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan juga pondasi bagi ketahanan bangsa. 

Ia berharap kebijakan yang diambil tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan.

Sementara itu, Nursolihin, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, menyoroti respons cepat Menteri Amran dalam menyikapi permasalahan pertanian. 

Baginya, kepemimpinan yang sigap dan tegas sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor ini. 

“Beliau sangat tegas dalam menanggapi permasalahan yang ada, khususnya di bidang pertanian". 

"Kami berharap kebijakan swasembada pangan benar-benar bisa menjadi solusi dalam menangani krisis pangan di Indonesia,” terangnya.

Diskusi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk menyampaikan kondisi pertanian di wilayah mereka. 


Gregori, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan bagaimana tantangan ketahanan pangan di daerahnya bisa dijawab dengan kebijakan yang lebih berpihak pada petani. 

“Sebagai anak NTT, saya berterima kasih karena aspirasi mahasiswa dan masyarakat bisa didengar serta diimplementasikan dalam kebijakan pertanian nasional,” ujarnya.

Senada dengan Gregori, Alwi Sofyan dari Institut Pertanian STIPER Yogyakarta menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga distribusi dan akses yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. 

“Dengan program swasembada pangan, lahan-lahan pertanian dioptimalkan, pupuk didistribusikan langsung, dan berbagai langkah lain diambil". 

"Harapan kami, ke depan Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dalam ketahanan pangan,” kata Alwi.

Diskusi di Kantor Kementerian Pertanian itu lebih dari sekadar pertemuan formal. 

Ia menjadi jembatan antara mahasiswa, sebagai calon pemimpin masa depan, dengan pemegang kebijakan yang menentukan arah pertanian Indonesia. 

Para peserta pulang dengan keyakinan bahwa ketegasan Menteri Amran bukan sekadar retorika, melainkan komitmen nyata dalam membangun pertanian yang lebih kuat dan berdaya saing. 

Mereka percaya bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan dari seluruh elemen bangsa, pertanian Indonesia bisa menjadi pilar ketahanan dan kedaulatan pangan.

Di tengah derasnya tantangan global, satu hal yang pasti, optimisme masih tumbuh subur di hati para mahasiswa pertanian Indonesia.

(Red) 

Jumat, 21 Februari 2025

Krisis Pangan Global dan Solusi Mentan Amran, Bentuk Ketahanan Pangan Indonesia

Makassar, Sigapnews.com, Pangan memiliki peran yang sangat strategis dan vital, pangan bermasalah, negara bermasalah. Hidup dan matinya suatu bangsa ditentukan oleh pangannya. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada kegiatan sidang umum majelis HIMPUNI, di Makassar Jum'at (21/2/2025).

Menurut Mentan Amran, apabila krisis pangan terjadi maka mengakibatkan terjadinya krisis politik dan konflik sosial, oleh karenanya, ia meminta agar semua pihak untuk turun tangan menjaga ketahanan pangan.

"Apa dampak perubahan iklim dunia yang begitu mendadak? Jepang dan filipina kekurangan beras, Malaysia kami lihat tadi pagi DPRnya ribut berebut beras di Pelabuhan, dan Alhamdulillah Indonesia surplus di saat negara tetangga kekurangan, itu karena kerja keras kita semua, bukan karena saya," ungkapnya.

Dalam sambutannya, ia menyebut berdasarkan data BPS, produksi dengan melakukan transformasi dari pertanian tradisional menjadi modern diestimasikan terjadi peningkatan sekitar 52% dari Januari - Maret 2025 jika dibandingkan tahun 2024 di periode yang sama.

"Inilah yang dikatakan efisien, efisiensi adalah dana yang terbatas tetapi mampu menghasilkan lebih besar daripada rencana, itulah efisien, efektif, produktif," tegasnya.

Langkah strategis yang telah dilakukan Kementerian Pertanian adalah pompanisasi sawah tadah hujan yang dilakukan bersama TNI, Polri, Kejaksaan, Dosen dan seluruh anak bangsa. Untuk mendukung program tersebut Kementerian Pertanian telah mendistribusikan 70.000 unit pompa, hasilnya terjadi peningkatan jumlah tanam menjadi 3 kali.

"Kita akan membangun lumbung pangan di bagian timur, dan itu akan menjadi lumbung pangan dunia. Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia dan penggerak pangan dunia ke depan," serunya dengan nada optimis.

Mentan Amran menambahkan, Indonesia sebagai negara agraris kekuatannya adalah sektor pertanian, sehingga ia akan membangun kluster pertanian dengan luas 1 juta hektar sehingga menjadi terbesar di dunia.

Selain itu, ia meminta kepada HIMPUNI untuk turut menggerakkan generasi milenial dan generasi Z yang jumlah populasinya 52%, dengan syarat agar mau ke dunia pertanian yaitu menghasilkan keuntungan yang menjamin kesejahteraannya dan menggunakan teknologi.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, memasuki era industri 4.0, insan pertanian harus mulai memahami arti penting sistem digitalisasi serta teknologi dan inovasi.

"Teknologi dan inovasi sebagai modal utama dalam menarik generasi muda untuk menggeluti pertanian, baik secara keilmuan ataupun praktek langsung di lapang," katanya.

Hadir dalam acara Majelis Umum II HIMPUNI, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri, pimpinan Komite DPD RI, Wakil Menteri Koperasi, Ketua DPRD Sulsel, para Guru Besar, perwakilan dunia usaha, dunia industri dan para Kepala UPT Kementan di Sulsel.

(Red) 

Berseragam Loreng, Suwardi Haseng Ikuti Retreat di Akmil Magelang

Soppeng, Sigapnews.com- Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, mulai mengikuti kegiatan retreat untuk kepala daerah di  Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2025. 

Dalam foto yang dikirim, Suwardi tengah berfoto selfie dalam sebuah bus militer yang dipenuhi kepala daerah seluruh Indonesia. 

Sebelum menuju lokasi retreat di Akmil, kepala daerah ini dikumpulkan di Rindam IV/ Diponegoro. Jarak dari Rindam menuju Akmil sekitar 5 Km. 

Pengusaha sukses dibidang migas ini terlihat mengenakan seragam loreng Komcad.  Disampingnya terlihat Walikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, HM Yamin HR. "Baru diangkut ke lokasi kegiatan dari barak," katanya, dalam pesan singkat yang dikirimkan ke media ini. 

Di bagian lain, Suwardi juga mengirimkan foto saat para kepala daerah itu sedang bersantap siang dengan nasi dos. Ia bersisian dengan Bupati Wajo, Andi Rosman.

Retreat kepala daerah digelar pasca dilantik di Istana Negara, Kamis, 20 Februari 2025, kemarin. Kegiatan ini rencana akan berlangsung mulai 21 Februari hingga 28 Februari 2025. (*)

Kamis, 20 Februari 2025

Ir. Selle KS Dalle Melayat di Rumah Duka Almarhum Syafruddin Kambo, Kenangan bagi Kepolisian RI


Jakarta, Sigapnews.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya mantan Wakapolri, Komjen Pol (P) Dr. Syafruddin Kambo, M.Si.

Wakil Bupati Soppeng mengunjungi rumah duka di Jakarta pada Jumat, 21 Februari 2025, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Kedatangan Ir. Selle KS Dalle merupakan wujud duka cita mendalam dari Pemerintah Kabupaten Soppeng atas kepergian tokoh kepolisian senior tersebut. 

Dalam kunjungannya, beliau menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam dan turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Almarhum Syafruddin Kambo dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam pengabdiannya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. 

Kepemimpinannya yang inspiratif dan kontribusinya yang signifikan dalam penegakan hukum di Indonesia akan selalu dikenang.

“Beliau adalah sosok pemimpin yang menginspirasi dan berdedikasi tinggi. Pengabdian beliau untuk negeri ini akan selalu kami kenang,” ungkapnya.

Wakil Bupati Soppeng mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT.

“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” terangnya.

Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi Kepolisian Republik Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

(Red) 

Selasa, 11 Februari 2025

Plh Ketua PGRI Sumut, Ilyas : Kita ajak Bank Daerah Membersamai PGRI Dalam Membantu Pendidikan

Jakarta, Sigapnews.com, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, peran guru sebagai pendidik dan pengajar semakin vital dalam membentuk generasi masa depan. Era globalisasi dan digitalisasi membawa tantangan dan peluang baru yang harus dihadapi oleh pendidik.

Dalam konteks ini, guru tidak hanya diharapkan untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga untuk menjadi pembimbing, inovator, dan agen perubahan yang mampu mengadaptasi metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan zaman.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) disela-sela Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025, serta pelantikan Satuan Musyawarah Nasional (SMN) APKS PB PGRI di Ballroom Millennium Hotel Jakarta, yang berlangsung dari tanggal 11 - 13 Februari 2025 ini mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat. ”Selasa malam (12/2/2025). 

Menurut Ilyas yang juga Kadis Kominfo Provinsi Sumatera Utara ini, seiring dengan akses informasi yang semakin mudah dan cepat, guru dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara efektif, mengintegrasikan pembelajaran digital, serta membimbing siswa dalam memahami dan menyaring informasi secara kritis. 

"Dengan demikian, guru memiliki peran yang lebih kompleks, yaitu sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa".

Disamping itu juga Ilyas mengajak semua Ketua dari Jajaran PB, Provinsi, Kabkota, Cabang dan ranting untuk bersama mengajak dan mendorong agar keberadaan Bank Pembangunan Daerah ikut senantiasa mensupport kegiatan PGRI yang sepanjang perjalanan kita ketahui bahwa semua dana yang berkaitan dengan pendidikan mulai dari  penghasilan guru seperti gaji, serifikasi termasuk berbagai kegiatan baik yang bersumber dari APBN dan APBN misalnya dana BOS maupun sumber lainnya yang syah semuanya berada pada Bank  Daerah kita masing masing". 

"Dengan demikian diharapkan keberadaan Bank Daerah sebagai tempat penampungan dana - dana pendidikan kita dapat mendukung keberadaan Organisasi PGRI dalam program kegiatan maupun dalam proses belajar mengajar dengan menyisihkan sebagian Dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang dialokasikan oleh bank atau perusahaannya, terang Ilyas. 

Sementara sosok wanita yang dianugerahi gelar Ibunda Guru Indonesia yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih akrab disapa Titiek Soeharto  pada saat membuka Konkernas I PGRI Tahun 2025 malam 11/02, menekankan pentingnya semua pihak termasuk guru untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat memberikan sambutan sekaligus  membuka Konkernas I PB PGRI Tahun 2025.

Menurutnya "Program MBG ini amat membantu anak-anak untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Kita semua harus mendukung MBG agar berjalan baik di seluruh Indonesia. 

"Kalau anak-anak fokus dan konsentrasi dalam belajar ini akan membantu guru dalam menjalankan tugasnya," Jelasnya.

Diakhir sambutannya Bunda Guru Indonesia ini mengatakan bahwa Konferensi Kerja Nasional I PGRI 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen para guru dan PGRI untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

Ia berharap melalui PGRI dapat mendorong semua pihak untuk memberikan perhatian lebih kepada para guru dan pendidikan di Indonesia. 

"Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui program makan siang bergizi gratis bagi siswa, ujarnya saat mengakhiri sambutannya.

Sementara Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd., dalam sambutannya, mengenang almarhum Presiden Soeharto, yang dikenal sangat memperhatikan dunia pendidikan, khususnya nasib guru di Indonesia. 

Ia menceritakan bagaimana Soeharto memberikan arahan kepada para guru dengan penuh kehormatan dan rendah hati.

“Presiden Soeharto adalah sosok yang sangat peduli dengan pendidikan". 

"Beliau selalu memperhatikan guru dengan penuh kasih dan perhatian". 

"Kenangan ini saya rasa bukan kebetulan, namun merupakan takdir dari Allah SWT dan alam semesta yang mempertemukan kita semua di sini,” ujar Prof. Dr. Unifah Rosyidi dengan nada penuh haru.

Unifah juga mengulang apa yamg disampaikan Putri mendiang Presiden Soeharto ini, kita PGRI harus menjadi lokomotif perubahan di tengah arus globalisasi. 

"Tugas ini memang tidak ringan, namun dengan kesungguhan hati, guru bisa menempatkan posisi di garda terdepan dalam melakukan inovasi dan transformasi".

"Ayah dan ibunya, Soeharto dan Tien Soeharto, amat memperhatikan nasib para guru dan organisasinya, PGRI itu di saat masih menjadi Presiden, ayah bunda Guru Indonedia inilah yang  membangunkan gedung untuk kantor pusat PB PGRI di Jakarta", ungkap Unifah.

"Demikian juga ibundanya Bu Titiek Soeharto ini selalu memperhatikan nasib para guru, kita" ujarnya.

Ribuan orang berkumpul mengikuti Konkernas I PGRI Tahun 2025 tampak hadir, selain PB PGRI Pusat, juga Ketua PGRI Provinsi se Indonesia, Ketua PGRI utusan Kab/kota se Indonesia beserta para pengurus serta tamu undangan mitra PGRI serta media cetak elektronik. 

(Rizky Zulianda)

Ketua Pemuda ICMI Babel, Dampak Dominus Litis di RKUHAP Terhadap HAM

Babel, Sigapnews.com, Gustin, M.Pd selaku Ketua Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Bangka Belitung mengungkapkan bahwa polemik Dominus Litis dalam Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) ini akan memunculkan kekhawatiran adanya pelanggaran hak asasi manusia dan menciderai prinsip keadilan dalam hukum.

Selain itu, dikhawatirkan juga melalui Dominus Litis ini rentan sekali diintervensi secara politis dalam pelaksanaannya, sehingga akan berdampak pada terbatasnya akses keadilan, ujar Gustin, Selasa (11/02/25)

Menurut Gustin, hal ini juga disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda ICMI Pusat, Dr. Ismail Rumadan, MH, terkait dominus litis perlu disikapi secara serius, sebab kekuasaan yang besar khawatir sarat digunakan dan menjadi alat bagi kekuasaan untuk membungkam pihak-pihak lain yang tidak sejalan pola pikir dalam membangun negara dan bangsa.

Kewenangan ini tentu sangat power full, terlebih lagi posisi kejaksaan berada di bawah kekuasaan eksekutif, sehingga kewenangan yang power ini cenderung bisa disalahgunakan, ujarnya.

Seharusnya perubahan dalam undang-undang harus bertujuan untuk memperbaiki sistem hukum dan bukan sekadar mengakomodasi kepentingan sesaat. 

Ia menyarankan agar perbaikan sistem dilakukan dengan memperkuat fungsi pengawasan internal dan eksternal lembaga negara serta menegakkan disiplin kepada para anggota yang melanggar aturan, bukan dengan mengubah kewenangan yang sudah diatur dalam konstitusi.(")

Rabu, 05 Februari 2025

Detil Penahanan ASB dalam Kasus Korupsi Impor Gula oleh Kejagung

Jakarta, Sigapnews.com, Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) telah menetapkan 1 (satu) orang Tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi gula di Kementerian Perdagangan tahun 2015 – 2016. 

Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada JAM PIDSUS tanggal 3 Oktober 2023.

Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai Tersangka, Tim Penyidik melakukan penahanan terhadap Tersangka ASB selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung berdasarkan Surat Perintah Penahanan tanggal 5 Februari 2025.

Adapun peran Tersangka ASB, bahwa pada 7 Juni 2016, Tersangka ASB selaku Direktur Utama PT Kebun Tebu Mas (KTM) mengajukan Permohonan Persetujuan Impor Raw Sugar sebanyak 110.000 ton (seratus sepuluh ribu ton); dan Bahwa pemberian persetujuan impor tersebut juga diberikan tanpa adanya rekomendasi dari Kementerian Perindustrian yang seharusnya sesuai Pasal 6 Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015, yang merupakan salah satu syarat pengajuan permohonan Persetujuan Impor.

Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan senilai Rp578.105.411.622,47 (lima ratus tujuh puluh delapan milyar seratus lima juta empat ratus sebelas ribu enam ratus dua puluh dua koma empat puluh tujuh rupiah) berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yaitu Pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

(Sumber Berita: Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI) 

Senin, 03 Februari 2025

Kerja Sama dan Inovasi: Bupati Soppeng Gelar Kunjungan Strategis ke BBRP Batu Jatim

Batu (Jatim),Sigapnews.com, Dalam rangka untuk meningkatkan pembangunan di bidang peternakan, Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan kunjungan kerja  di Balai Besar Pelatihan Peternakan BBPP) Dirjen Peternakan Kementan RI di kabupaten  Batu Provinsi Jawa Timur  (Jatim) pada tanggal 3 Februari 2025, yang merupakan rangkaian kegiatan studi tiru di Batu dan Malang yang berlangsung dari tanggal 2 Pebruari hingga 4  Februari 2025.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng Haji Andi Kaswadi Razak, SE yang didampingi Kadis Pemdes, Kadis Pertanian dan Kadis Peternakan dan diikuti oleh Camat, Penyuluh, Petani Milenial dan Kepala Desa. 

Dalam kunjungannya, Rombongan diterima oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Roby Darmawan, M. Eng beserta jajaran. 

Selain menerima penjelasan dalam kelas, rombongan juga mengunjungi instalasi khususnya dalam penanganan kambing perah.

Tujuan kegiatan ini, Kabupaten Soppeng akan menggenjot pembangunan peternakan yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, penanganan kemiskinan, pengendalian stunting dan makanan bergizi. 

Peran tersebut perlu didukung SDM yang memadai, inovasi dan motivasi sehingga studi tiru ini diharapkan menjadi langkah yag starategis mencapai tujuan yang dimaksud.

Dalam kunjungan tersebut juga dibicarakan kemungkinan kerja sama dengan Pemkab Soppeng dalam hal pembelajaran offline dan online serta pengiriman perwakilan desa untuk pembelajaran secara inrensif di BBPP Batu.

(Red) 

Minggu, 02 Februari 2025

Program Posyandu dan Babinsa, Wujudkan Anak Sehat di Blitar

Blitar, Sigapnews.com, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Siraman Koramil 0808/14 Kesamben Kodim 0808/Blitar Sertu Slamet turut serta aktif dalam kegiatan Posyandu yang digelar di rumah kader Posyandu Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. 

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah stunting dan mewujudkan generasi sehat, Minggu (2/2/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Siraman Sertu Slamet membantu tenaga kesehatan (Bidan Desa) dan kader Posyandu dalam berbagai kegiatan, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian makanan tambahan bagi balita. 

Selain itu Babinsa juga turut memberikan edukasi kepada ibu-ibu mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik guna mencegah stunting sejak dini.

"Kami siap mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dalam pencegahan stunting". 

"Dengan hadir di Posyandu kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal," ujar Sertu Slamet.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. 

Salah satu warga Ibu Siti mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian Babinsa terhadap kesehatan anak-anak di desa mereka.

Ditemui terpisah Danramil 0808/14 Kesamben Kapten Inf. Taufikurahman Firdaus menyampaikan "Babinsa memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting. 

Kehadiran Babinsa di Posyandu bukan sekadar membantu pelaksanaan kegiatan tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam mewujudkan generasi yang sehat colon penerus bangsa.

"Kami berharap, dengan kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat. Sinergi yang kuat antara TNI, Pemerintah Desa, tenaga kesehatan dan masyarakat akan menjadi kunci dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas dan berkualitas." pungkas Kapten Taufikurrahman. 

(Dim0808).

Kamis, 30 Januari 2025

Dorong Modernisasi Pertanian, Kunjungan Universitas Telkom Bahas IoT di BBPP Batangkaluku

Gowa, Sigapnews.com, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Teknologi Informasi dan Informatika Universitas Telkom dalam rangka berdiskusi mengenai pemanfaatan tanaman hidroponik berbasis IoT (Internet of Things).

Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia akademik dan sektor pertanian dalam mendorong inovasi teknologi. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas penerapan hidroponik berbasis IoT, tetapi juga bagaimana teknologi ini dapat mendukung modernisasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bahwa Kementerian Pertanian  menekankan pentingnya modernisasi dalam pertanian.

"Saya percaya bahwa modernisasi dapat meningkatkan produksi padi di Indonesia!" tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya teknologi dalam menarik minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian.

“Anak muda sekarang berpikir bekerja di sawah itu identik dengan panas dan kotor. Padahal kita ingin mengenalkan alsintan (alat dan mesin pertanian) yang modern, semuanya sudah menggunakan traktor, combine, yang memudahkan petani,” kata Idha.

Widyaiswara BBPP Batangkaluku, Andi Baso Kresna memandu langsung rombongan tersebut untuk menyaksikan penggunaan IoT melalui smartfarming di berbagai titik lokasi pemasangan.

"Untuk hidroponik kita telah merancang sistem pencampuran nutrisi, sensor ph air, dan menyediakan bak pengairan otomatis serta sensor-sensor lainnya untuk mendukung produksi," terangnya.

Andi Baso menambahkan bahwa pembuatan smartfarming, khususnya sistem penyiraman otomatis, mencakup berbagai level, mulai dari level 1 hingga level tertinggi. Hal ini memberikan beragam pilihan bagi peserta pelatihan.

"Pada dasarnya, alat-alat ini sangat membantu petani. Namun, tantangan utama kita adalah bagaimana memastikan alat-alat ini memiliki daya tahan yang lebih lama dan tidak cepat rusak," sebutnya.

Sementara itu, Dosen Universitas Telkom, Muhammad Irsan menyampaikan maksud kunjungannya yaitu untuk mendukung penelitian terkait pemanfaatan tanaman hidroponik berbasis IoT untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bonto-bontoa.

"Tujuan kita adalah bagaimana memberdayakan masyarakat yang telah menjadi mitra kami untuk melakukan produksi tanaman hidroponik, kami akan sosialisasikan secara kecil-kecilan setelah berkunjung dari sini. Kemudian kami berencana merancang aplikasi dimana mitra kami dapat menjual hasil panennya melalui aplikasi tersebut," ucapnya.

Menurutnya, memperoleh informasi IoT di BBPP Batangkaluku merupakan langkah yang tepat karena telah banyak berbicara mengenai sistem, kendala serta implementasi jangka panjang penggunaan IoT melalui smartfarming, dan hal tersebut dapat mendukung penelitian Universitas Telkom.

(Red) 

Komandan Yonif 751/VJS Pimpin Uji Petik, Siapkan Prajurit untuk Batalyon Tangkas 2025

Sentani, Jayapura, Sigapnews.com,- Batalyon Infanteri 751/VJS mengadakan uji petik kemampuan perorangan anggota dalam rangka persiapan Batalyon Tangkas tahun 2025. Uji petik berupa materi lari oraum perorangan dilaksanakan di lingkungan Mako Batalyon dengan rute yang ditentukan. (Kamis, 30/01/2025)

Setiap satuan tentunya akan mempersiapkan kemampuan anggotanya dalam ajang Batalyon Tangkas yang tidak lama lagi diselenggarakan. Yonif 751/VJS sebagai satuan pemukul Kodam XVII/Cenderawasih melatih kemampuan anggotanya dengan maksimal. Dari beberapa materi latihan yang telah dilaksanakan, hari ini diadakan uji petik lari menggunakan baju oraum sejauh 5 km dengan target waktu yang ditentukan. 

Komandan Batalyon 751/VJS ikut serta dalam kegiatan tersebut dan memberikan semangat kepada para prajuritnya. "Kegiatan ini ditujukan agar kita semua mengetahui sejauh mana hasil latihan yang telah kita laksanakan, sehingga kita tahu apa yang harus diperbaiki sebagai bahan evaluasi. Terimakasih untuk semangat dan hasil yang sudah memenuhi target pada uji petik lari hari ini, saya harap diuji petik materi lain sama memuaskannya." Arahan Letkol Inf Erwan Harliantoro, S.H., M.Han

Kegiatan uji petik berjalan dengan lancar sesuai rencana. Seluruh peserta yang sebelum kegiatan sudah melaksanakan tes kesehatan, hingga di akhir kegiatan dinyatakan sehat dan aman oleh tim kesehatan yang mendampingi kegiatan.

(Red) 

Potensi Pertanian Millenial, SMK 5 Merauke Dorong Swasembada Pangan Indonesia

Merauke, Sigapnews.com, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memberikan pendampingan bagi Sekolah pertanian dan petani millenial untuk membangun pertanian modern di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Dalam upaya mendukung pengembangan pertanian dan penyediaan sumber daya manusia (SDM) petani milenial, SMK Negeri 5 Merauke menggelar kegiatan penanaman padi sawah. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi petani milenial yang berkompeten dan berdaya saing dalam sektor pertanian.

Kegiatan ini bertujuan dalam rangka menuju Indonesia swasembada pangan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi sawah dengan membangun insfrastruktur dasar melalui program Optimalisasi Lahan Rawa (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). 

Untuk mendukung  program tersebut di perlukan adanya penguatan kompetensi budidaya tanaman padi serta operasional alsintan pendukung bagi peserta.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk melibatkan mahasiswa sebagai strategi khusus yang akan menjadi pertanian modern di masa mendatang.

 “Saat ini yang bisa dilakukan dalam mengenalkan sektor pertanian bagi kaum milenial adalah mengubah paradigma bahwa sektor pertanian itu adalah sektor yang menjanjikan dengan pengoperasian berbagai macam teknologi," kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti mengatakan, siswa pertanian merupakan kandidat petani milenial dan wirausahawan muda pertanian terdidik yang menjadi harapan bangsa dan negara.

Pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. 

Kegiatan ini bukan hanya sebatas penanaman padi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menyiapkan SDM unggul di bidang pertanian. 

"Kita ingin anak-anak muda memiliki keterampilan dan pemahaman yang mendalam tentang sistem pertanian modern.

Kepala Dinas TPHBun Kabupaten Merauke Josefa Louise Rumaseuw juga mengapresiasi inisiatif SMK Negeri 5 Merauke dalam mendukung program ketahanan pangan. 

“Melalui program ini, kita berharap dapat meningkatkan produksi pertanian dan ketersediaan benih unggul di daerah, serta memberikan peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam sektor pertanian,” ungkapnya.

Selain itu, keterlibatan Brigade Pangan dan para pendamping dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan pertanian di Merauke. 

Dengan adanya pendampingan yang intensif, para siswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan bertani yang lebih baik, mulai dari teknik budidaya hingga manajemen hasil panen.

Kegiatan penanaman padi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. 

SMK Negeri 5 Merauke berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan berbasis pertanian guna mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia usaha dan industri pertanian.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat menjadi model dalam mencetak generasi petani milenial yang mampu menjawab tantangan pertanian di masa depan serta turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Polbangtan Manokwari, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Kabupaten Merauke, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, termasuk perwakilan dari Dandim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, dan Kepala Polsek Tanah Miring. Turut hadir pula Penyuluh Pendamping Lapangan, Pendamping Brigade Pangan, serta anggota Brigade Pangan di Distrik Tanah Miring.

(Red) 
© Copyright 2019 SIGAPNEWS.COM | All Right Reserved