Selasa, 28 Januari 2025
Kamis, 10 Oktober 2024

Survei Chaidir Syam Semakin Melejit, Relawan Koko Semakin Gencar Pasang Baliho
Maros, Sigapnews.com, Pilkada Maros kian memanas dengan hadirnya sekelompok masyarakat yang mengatas namakan relawan Kotak Kosong (Koko) melawan Paslon nomor urut 2, Chaidir Syam - Muetazim Mansyur atau Maros Sejuk.
Relawan kotak kosong itu tak hanya menyebarkan baliho, mereka bahkan membuat posko relawan yang pada pilkada lalu menjadi salah satu posko pemenangan Chaidir Syam - Suhartina Bohari di Pilkada 2020 lalu.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Chaidir - Muetazim, Chaerul Syahab menegaskan, keberadaan posko kotak kosong di ruko berlantai dua itu seolah menegaskan siapa sosok dibaliknya.
"Kuat dugaan jika sosok di balik kotak kosong itu adalah ibu Suhartina Bohari. Karena belakangan ini kita bisa lihat bagaimana dan siapa orang-orang yang bergerak di situ. Termasuk dugaan pemilik ruko itu," katanya saat ditemui, Kamis (10/10/2024).
Menurut Chaerul, gerakan kotak kosong belakangan ini menguat di Maros karena diduga disokong oleh penguasa saat ini. Suhartina selaku pelaksana tugas Bupati punya kekuatan untuk memaksakan sesuatu yang bisa merugikan pihak Chaidir - Muetazim.
Selain itu, beredarnya surat imbauan yang mengatas namakan keluarga besar H. Bohari di media sosial, juga menjadi penguat dugaan keterlibatan Suhartina Bohari di kubu kotak kosong.
"Saat ini yang punya kekuasaan itu dia (Suhartina Bohari). Beliau bisa memaksakan sesuatu yang berkaitan dengan kepentingannya. Justru pihak Kamilah saat ini tidak punya daya di kekuasaan," terangnya.
Meski demikian, Chaerul mengaku lega karena para pesohor gerakan kotak kosong, satu persatu memunculkan dirinya. Sebelumnya, sejumlah tokoh itu masih bersembunyi dibalik kata netralitas.
"Yah ada baiknya. Karena kita bisa tahu siapa-siapa di sana (kotak kosong). Lalu-lalu itu, kami tidak tahu siapa mereka. Sekarang ini semua sudah kita petakan," paparnya.
Saat ini, keterpilihan Paslon nomor urut 2, Chaidir - Muetazim, kata Chaerul, sudah di atas angka 70 persen berdasarkan survey. Trend kenaikannya pun kian bertambah setiap hari seiring gencarnya sosialisasi.
"Terakhir ini kita sudah di atas 70 persen dan akan terus bertambah. Kami sedang fokus berkeliling ke masyarakat untuk memastikan suara kita terjaga dan makin bertambah hingga mencapai target 80 persen," pungkasnya.
Minggu, 25 Agustus 2024

Tim Pasangan Chaidir-Suhartini Pilkada Maros Ajak Warga dan Bestie-bestie-ta Hadiri Deklarasi
Maros, Sigapnews.com, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros Chaidir Syam Berpasangan dengan Suhartini Bohari Akan Melakukan deklarasi, Titik Kumpul bertempat, di lapangan belakang Kantor Bank Sulselbar, pada Rabu (28/8/2024) Jam,10 Pagi mendatang.
Senin, 19 April 2021

Terduga Teroris Kembali Ditangkap 1 Orang di Maros Karyawan BUMN Aktif
Makassar, Sigapnews.com, – Sejauh ini Tim Densus 88 terus melebarkan sayap ke berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Maros untuk melakukan penangkapan oleh orang-orang yang terlibat dalam peristiwa Bom Bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar pada 28 Maret 2021 lalu.
Setidaknya, Tim Densus 88 kembali lagi melakukan operasi penangkapan terhadap salah satu terduga teroris, kali ini dilakukuan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan saat ini Tim Densus 88 telah menangkap 33 orang terduga teroris di Sulawesi Selatan.
Operasi senyap ini disebut juga ada dua orang wanita yang terlibat.
“Densus 88 dan Polda Sulsel telah mengamankan 33 orang terduga teroris. Terdiri dari dua wanita. Kemudian satu lagi kembali dilakukan (penangkapan) lelaki berinisial N (40). Tinggal di Kabupaten Maros,” kata Zulpan, Senin (19/4/2021).
Meski demikian, lelaki N yang ditangkap dan terlibat dalam jaringan terduga teroris ini juga tercatat sebagai pegawai BUMN.
Zulpan tak menjelaskan secara rinci, baik barang bukti dan lainnya.
N terduga teroris dibekuk pada Minggu (18/4/2021) kemarin di Kabupaten Maros.
"Ini baru diamankan kemarin dan masih dilakukan pengembangan. Diduga kuat punya keterlibatan jaringan Villa Mutiara dan JAD. N ini tercatat pegawai BUMN. Diamankan beserta barang bukti ponsel dan dan lain lain akan kita gelar secara keseluruhan kegiatan penangkapan kasus bom katedral makassar,” imbuh Kabid Humas.
Selain itu, jelas Zulpan, N diduga kuat ada keterlibatan dibalik peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar, hanya saja pihaknya saat ini masih terus melakukan upaya pengembangan dari Kelompok Jaringan Ansharut Daulah (JAD).
“Saya belum bisa sampaikan karena ini penyidik yang paham dan mendalam. Nanti hasil pemeriksaan 33 orang ini akan menentukan apakah bertambah atau tidak. Yang jelas, mereka yang ditangkap adalah orang yang diduga kuat punya keterkaitan dan hubungan bom bunuh diri Katedral,” terangnya.
Sebelumnya, tim Densus 88 juga telah menangkap satu orang terduga teroris di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. (Edil Rauf).
Sabtu, 27 Maret 2021

Bertajuk Menuju Kepengurusan Intelektual Progresif, 21 Pengurus Yang Dilantik Siap Bangun Rumah Cinta HPPMI Maros Komisariat UINAM
Minggu, 26 Juli 2020

Pemuda Tani dan PPL Kab. Maros Kembangkan Cabe Organik Dengan Memanfaatkan Lahan Tidur

Manfaatkan Lahan Tidur, PPL Kab.Maros Berkolaborasi Alumni Faston Kembangkan Cabe Organik
Minggu, 07 Juni 2020

Ketua PMI Sulsel Lepas Armada Penyemprotan Massal Untuk Wilayah Maros
Sabtu, 23 Mei 2020

Panen Padi Dengan Power Reaper Sangat Membantu Petani Panen Dipersawahan Kontur Pegunungan
Sigapnews.com, Maros (Sulsel) Panen padi yang berlangsung saat bulan puasa merupakan tantangan tersendiri bagi para petani utamanya yang berada di tengah sawah saat cuaca terik sambil menahan dahaga dan lapar.
Untungnya hal ini dapat sedikit teratasi dengan hadirnya teknologi mekanisasi di bidang pertanian yang meringankan kerja petani.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, “mekanisasi pertanian bertujuan untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.
Dengan alsintan, proses pertanian bisa dilakukan dengan cepat dan efisien”.
Dengan program utama Kementerian Pertanian saat ini yaitu Komando Strategis Pembangunan Nasional (Kostra Tani) yang mendorong peran serta BPP di tingkat kecamatan akan mengantarkan pada tujuan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
“Saat ini Kementerian Pertanian bertranformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern dan Era Industri 4.0. ciri ciri pertanian modern terlihat dari pelaku usaha pertanian dalam penggunaan teknologi informasi, internet dan juga penggunaan alat dan mesin pertanian”. Terang Dedi Nursyamsi dalam mengisi agenda lain.
Jajaran pemerintah dan petani Kabupaten Maros dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP Kab. Maros) merespon kebijakan Mentan dengan menyiapkan bantuan alat panen padi power reaper yang sangat membantu petani panen di persawahan dengan kontur pegunungan.
Berbeda dengan alat panen combine harvester berukuran besar untuk sawah yang datar, power reaper berukuran kecil seperti traktor roda dua dan mudah dibawa ke lokasi persawahan yang berada di ketinggian.
Tepatnya di Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu, kelompok tani Baru yang didampingi penyuluhnya Muhlis, A.Md.P yang sampai saat ini tetap panen padi dan diperkirakan akan selesai saat selesai lebaran.
Kelompok tani baru memanen padi mereka dengan jenis varietas Cigeulis, Ciherang, dan Mekongga seluas 1,8 Ha dan potensi panen mencapai 32 Ha.
Produktivitasnya sekitar 5,2 ton/Ha setelah dihitung dengan metode ubinan dan harga jualnya berkisar Rp 4.000 – Rp. 4.300/GKP.
Tidak lupa disaat pandemi Covid-19 Muhlis menghimbau para petani agar menerapkan physical distancing saat panen untuk menjaga kesehatan begitupun di himbau berhati-hati saat membawa gabah hasil panen dikarenakan jalan yang menanjak dan becek karena hujan.
Ia juga menyatakan bahwa saat ini harga jual gabah/beras relatif bagus. (BBPP-BK).
Minggu, 17 Mei 2020

Mentan Genjot Percepatan Tanam Padi Di Maros, Ini Harapannya
Sigapnews.com, Maros (Sulsel) - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL), melakukan penanaman padi bersama petani Maros, Minggu, (17/05/2020).
Penanaman padi yang dilakukan langsung menteri pertanian, dalam rangka program percepatan penanaman padi yang dicetuskan Kementerian Pertanian RI.
Usai melakukan penanaman padi, mantan Gubernur Sulsel dua periode menjelaskan, selain turun langsung melakukan penamanan, kedatangannya langsung bertatap muka dengan petani di Maros yakni untuk memastikan ketersediaan pangan serta kesiapan pangan di seluruh Indonesia, dalam menghadapi masa COVID-19 dan masa kekeringan yang tidak lama lagi.
"Kami ingin semuanya harus siap menghadapi dinamika masa COVID-19 dan termasuk masa kekeringan. Maka hari ini kami datang untuk memastikan ketersediaan pangan dasar kita, khususnya beras. Bahan ini harus terus tersedia selama musim kering," jelasnya.
Dia mengatakan, pihaknya melihat langsung di Sulsel, khususnya di Kabupaten Maros, pemerintah setempat dan kelompok tani bersungguh-sungguh melakukan percepatan penanaman.
"Kita sudah selesai musim tanam pertama. Dan kita akan segera masuk pada musim kering. Tapi masih ada sisa hujan di bulan Mei menuju Juni, yang dimamanfaatkan orang Sulsel dengan sangat baik. Dan ini merupakan langkah yang baik yang perlu diapresiasi dengan baik," jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, Syahrul berharap, 55,6 juta hektar lahan persawahan mampu ditanami. Menurutnya, jika ini bisa menghasilkan dengan baik, maka kemampuan hasil pertanian petani jika dikali 7 ton itu sangat besar untuk pangan.
"Sehingga akan berjalan dengan baik, tidak ada bencana dan malapetaka, insyaallah ini akan tercapai maksimal," terangnya.
Secara khusus, Syahrul berharap, kabupaten Maros bisa menjadi lumbung pangan terbaik. Apalagi kata dia, kabupaten Maros memiliki balai penelitian, dan petani di Maros sudah terbiasa dengan IP 200, IP300.
"Tadi kami sudah ada kesepakatan antaran Wakil Bupati dan Dinas Provinsi untuk mempercepat IP300-nya. IP300 ini tahan 3 kali. Jadi kita akan menggenjot, penanaman padi IP300 sebanyak 3000 hektar," bebernya. (Red/Al-Az).
Minggu, 10 Mei 2020

H.Bahar Alumni Faston, Motivasi Petani Manfaatkan Lahan Tidur Berbudidaya Pertanian Organik

Didampingi Penyuluh, Petani Di Maros Tetap Konsisten Jaga Stock Pangan Ditengah Pandemi Covid-19
Senin, 04 Mei 2020

Bersama Penyuluh, Petani Dipastikan Mendapatkan Harga Yang Pantas Untuk Hasil Pertaniannya
Sigapnews.com, Maros (Sulsel) - Bulan Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, disebankan adanya wabah covid-19 yang mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan agar bekerja dari rumah kecuali pekerjaan tertentu yang dibolehkan dilakukan diluar, namun dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Salah satu yang harus tetap bekerja diluar adalah para petani dan penyuluh pertanian.
Dalam satu kesempatan Mentan Syahrul Yasil Limpo (SYL) menegaskan, ”Kita takut pada wabah corona, tapi don’t stop, maju terus. Pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen, segera menanam kembali. Jangan ada lahan yang menganggur.”
Jajaran pemerintah dan petani Kabupaten Maros merespon kebijakan Mentan dengan tetap melaksanakan panen, tepatnya di Desa Bonto Somba Kecamatan Tompobulu, kelompok tani Usaha Baru yang didampingi penyuluhnya Muhlis, A.Md.P sampai saat ini tetap panen padi. Mereka setiap hari memanen sawah rata-rata seluas 1,25 Ha dan potensi panen mencapai 28 Ha. Varietas yang dipanen yaitu Ciliwung dan Cigeulis. Produktivitasnya sekitar 5,4 ton/Ha setelah dihitung dengan metode ubinan dan harga jualnya Rp 4.000/GKP.
Muhlis menghimbau para petani agar menerapkan physical distancing saat panen untuk menjaga kesehatan. Ia juga menyatakan bahwa saat ini harga jual gabah/beras relatif bagus, ungkapnya, Selasa (5/5/2020).
Di lain kesempatan Kepala Badan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa “Akan memaksimalkan peran dari Kostratani dalam menstabilkan harga. Setiap penyuluh di BPP harus mampu memfasilitasi petani binaannya mendapatkan harga yang pantas untuk semua komoditas yang dibudidayakan".(IQB) BBPP-BK.
Sabtu, 02 Mei 2020

Armiati Abbas Penyuluh Pertanian BPP Maros Baru, Dampingi Petani Lakukan Persemaian Padi Varietas CL 220
Minggu, 26 April 2020

Alumni Sertifikasi Fasilitator Organik Maros Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Cabai Organik
Kamis, 16 April 2020

Penyuluh Pertanian Dampingi Petani Panen Ditengah Covid 19
Sigapnews.com, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerukan kepada para Penyuluh Pertanian terus bekerja menjaga aktivitas pembangunan pertanian agar tetap bergerak. Syahrul menyerukan hal tersebut untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional aman dan terkendali.
Himbauan ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk memprioritaskan kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Seruan dari Syahrul ini diteruskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi yang mengeluarkan himbauan agar para Penyuluh Pertanian tetap beraktivitas mendampingi petani.
“Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan,“ tutur Dedi pada hari Jumat (3/4) melalui telekonferensi Agricultural War Room (AWR).
AWR merupakan cara komunikasi yang efektif di tengah pendemi virus covid-19 antara Kementerian Pertanian dengan para insan pertanian Indonesia, yaitu petani, Penyuluh Pertanian dan pekerja sektor pertanian lainnya.
Himbauan inilah yang memotivasi para Penyuluh Pertanian se-Indonesia, termasuk Penyuluh Pertanian yang bertugas di BPP Maros Baru.
Menurut penjelasan dari Armiati Abbas, SP, salah satu Penyuluh Pertanian BPP Maros Baru, "penggunaan teknologi budidaya padi yang diterapkan oleh Poktan Paranuang’ta adalah dengan menanam varietas unggul, melakukan pemupukan secara tepat, melakukan pengairan sesuai kebutuhan tanaman.
“Di Poktan Paranuang’ta menerapkan jarak tanam 30 x 30cm”, kata Armiati.
Berdasarkan data hasil ubinan yang dilakukan oleh Armiati beserta rekan-rekan Penyuluh Pertanian BPP Maros Baru, estimasi produktivitas Poktan Paranuang’ta adalah 8,7 ton/Ha. Pemanenan padi menggunakan combine harvester.
Menurut Dg Kamaruddin, penggunaan combine harvester dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya serta mengurangi potensi kehilangan hasil padi.
Menurut Armiati dan Dg. Kamaruddin, penggunaan combine harvester pada panen tahun ini juga untuk memperkecil kemungkinan penyebaran virus covid-19 dikarenakan interaksi orang di lahan dapat dibatasi.
Hal ini sesuai dengan ajuran dari Pak Mentan yang menganjurkan petani menggunakan alsintan untuk meminimalkan interaksi petani dengan banyak orang ketika bekerja di lahan pada saat pandemi covid-19.
“Saya cuma pesan kita tetap waspada dengan adanya wabah covid1-9, dengan cara selalu menjaga kebersihan. Dan kita lawan dengan lebih giat lagi bercocok tanam. Karena bekerja di lahan, badan akan terkena sinar matahari langsung, sehingga imun tubuh meningkat dan bisa terhindar dari wabah yang mematikan ini.
Tetap aja ke sawah pak, nanti saya dampingiki”, ujar Armiati.
“Yang paling utama lebih mendekatkan diri kepada Tuhan”, tambahnya.
(Fe/ArA/RSN) BBPP-BK.
Rabu, 15 April 2020

Penyuluh dan Petani Kompak Produksi Hasil Panen Ditengah Covid 19
Para penyuluh tetap turun ke sawah untuk mendampingi para petani yang tergabung di Kelompok Tani Pakkamaseang untuk melakukan panen raya.
Sabtu, 11 April 2020

Tim P4S Shafana Cakrawala Maros Gelar Penyemprotan Disinfektan dan Sosialisasi Pencegahan Covid 19
Sigapnews.com, Maros (Sulsel) - Tim Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S)
Shafana Cakrawala yang berada di kabupaten Maros melakukan penyemprotan Disinfektan ke tempat kritis seprti rumah ibadah, gereja dan PAUD, Selasa (7/4/2020).
Penyemprotan tersebut dilakukan dalam rangka memutus mata rantai Covid 19, selain itu juga dirinya ikut ambil bagian dalam melawan penyebaran Corona Virus Desease 19.
"Tim P4S melakukan kegiatan penyemprotan ini setidaknya P4S Shafana Cakrawala dapat berkontribusi dalam melawan Covid 19, ujar salah satu anggota tim.
Sebanyak tujuh Masjid, satu Gereja dan satu sekolah PAUD yang ada di Kacamatan Cenrana menjadi sasaran lokasi penyemprotan.
Selain penyemprotan Disinfektan, hal lain yang tak kalah penting di lakukan tim P4S adalah mengedukasi warga masyarakat utamanya yang berada di sekitar Pusat pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya Shafana Cakrawala dengan turun langsung ke masyarakat terutama ke kelompok-kelompok tani untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar jangan panik terhadap wabah covid-19.
Selain itu juga disampaiakan agar memperbaiki pola makan serta mengkonsumsi makanan yang bergizi yang di tanam oleh para anggota Kelompok Tani .
Kontribusi Tim P4S dengan mengedukasi warga dengan Pencegahan serta penyemprotan Disinfektan ini, sejalan dengan pesan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu, “Dalam kondisi pandemi Corona, Masyarakat harus bersatu dan saling menjaga situasi negara agar tetap kondusif.
Jika sebaran Covid 19 ini tidak di lawan secara bersama-sama akan membuat ekonomi menurun, sehingga hal itu membuat Tim P4S yang ada di kabupaten Maros ini semangat dengan melawan virus Corona ini sebab jika tidak di lakukan perlawan maka akan berimbas ke para petani yang merupakan ujung tombak pangan nasional.
Seperti yang di sampaikan Kementerian Pertanian bahwa harus di ingat, satu-satunya lapangan kerja yang tersedia adalah pertanian, maka janganlah kita lakukan lockdown atau isolasi, olehnya itu Tim P4S berupaya agar petani lancar dalam beraktifitas dan tidak locdown sehingga mereka ambil bagian dalam pencegahan Covid 19 apa lagi menjelang panen.
Kita akan menghadapi masa panen raya di seluruh Indonesia, tapi dalam situasi seperti ini hal tersebut tidak membuat masyarakat terutama petani kita menjadi panik, makanya tetap tenang, ujar Mentan pada setiap memberikan motivasi bagi para pahlawan pangan dalam naungan kementeriannya.
Dalam hal pandemi yang melanda dunia saat ini dan menjadi perbincangan disemua kalangan terutama para petani kita di pedesaan, maka P4S Shafana Cakrawala turut mengambil bagian dalam Melawan Covid 19 ini.
Dalam situasi pandemi Covid 19 meraka tak tinggal diam, P4S mengambil langkah dengan turun bersama Tim dan berbagai stakeholder untuk bersama-sama melawan Covid 19 terutama di Kabupaten Maros khususnya di sekitar P4S dan Kecamatan Cenrana.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa P4S merupakan bagian dari Kementrian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), dimana P4S ini adalah salah satu ujung tombak dalam memperbaiki pertanian di Indonesia, khususnya di perdesaan.
Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita segera berbenah untuk kebangkitan bangsa dari petani untuk Indonesia. (NN-Al Az) BBPP - BK.
Kamis, 09 April 2020

Klp Tani Binaan P4S Shafana Cakrawala Maros Manfaatkan Limbah Ternak Menjadi Biogas

Begini Alasan Kelompok Tani di Maros Tetap Panen Padi di Tengah Covid 19
Sigapnews.com, Maros (Sulsel) - Pandemi corona virus disease (COVID-19) saat ini sedang melanda seluruh dunia. Jumlah korban terus bertambah karena belum diketahui secara jelas cara pencegahan maupun pengobatannya.
Salah satu cara pencegahan COVID-19 adalah dengan melakukan isolasi mandiri di dalam rumah.
Semua aktivitas, baik bekerja, belajar hingga beribadah, disarankan untuk dilakukan di dalam rumah.
Tapi hal ini menimbulkan pertanyaan penting. Bagaimana menjaga pasokan makanan bila semua orang harus beraktivitas di dalam rumah?.
Selain para petugas kesehatan yang berjuang dalam mengobati para pasien yang terinfeksi COVID-19, peran para pekerja sektor pertanian juga sangat penting dalam menjaga pasokan produksi pangan bagi masyarakat.
Bila produksi pangan tidak tercukupi, maka musibah lain akan melanda.
Di tengah musibah COVID-19, Kementerian Pertanian terus berupaya untuk menjaga pasokan produksi pertanian.
Hal tersebut dilakukan dengan menghimbau agar para petani tetap terus menanam, memelihara tanaman dan panen tepat waktu.
Terkait dengan kondisi saat ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa pelaku pertanian, penyuluh dan seluruh insan pertanian harus menjaga kesehatan, melakukan protokol pencegahan Covid 19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker , tidak menyentuh muka baik mulut, hidung atau mata dan harus sering mencuci tangan dengan sabun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, himbauan tersebut telah di laksanakan oleh Petani dan Penyuluh seperti di Kecamatan Maros Baru saat melaksanakan panen padi di Kelompok Tani Sipakatau,
Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, saat melakukan panen padi.
Poktan Sipakatau menanam padi varietas Ciliwung dengan menerapkan sistem Legowo 3:1. Berdasarkan data hasil ubinan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Armiati Abbas, SP di BPP Maros Baru, estimasi provitasnya adalah 6,2 ton/ha.
Selanjutnya di Kecamatan yang sama juga dilakukan panen oleh Kelompok Tani Tomarunang, Kelurahan Baju Bodoa.
Poktan Tomarunang memanen padi varietas Ciliwung dengan provitas 6 Ton/ha, Proses pemanenan didampingi langsung oleh penyuluh pertanian KelurahanBaju Bodoa , Fauzia Moto, SP.
“Meskipun diintai Corona, kami tetap semangat untuk Panen, karena panen tidak bisa ditunda, dengan tetap mematuhi instruksi Mentan melalui penyuluh pertanian tentang protokol kesehatan yang sangat kami patuhi, karena petani tak ingin tertular Virus Korona", ujar Daeng Caco Ketua Kelompok Tani Sipakatau mewakili petani setempat.(FE) BBPP - BK.
FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram