Jumat, 10 Januari 2025
Selasa, 16 Mei 2023

Kejati Sulsel Bekuk Buronan Korupsi Proyek Pasar Dua Boccoe dan Bengo Bone
Makassar, Sigapnews.com,-Tim Tangkap Buron (Tabur) Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bone dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Subang, telah berhasil menangkap Boni Tabrani Bin Sastra Prana, Buronan kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Pasar Dua Boccoe dan Pasar Bengo kabupaten Bone, Sulsel.
Hal ini terungkap melalui penjelasan, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Soetarmi, S.H., MH.
Dimana dalam kasus tersebut diterangkan, Soetarmi melalui press release di keluarkan di kantor Kejati Sulsel, Selasa (16/5).
Soetarmi mengemukakan bahwa Boni Tabrani, merupakan Terpidana dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Pasar Dua Boccoe Dan Pasar Bengo.
Dua bangunan Pasar tersebut dibiayai Anggaran Negara melalui Dinas Perdagangan Dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2007.
"Boni ditangkap, Senin 15 Mei 2023) pada pukul 23.15 WIB bertempat di Jalan Raya Cijambe Tambak mekar Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat", terang Soetarmi.
Masih Soetarmi, akibat perbuatan korupsi yang dilakukan terpidana Boni, menyebabkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 2.907.456.843,69 (dua milyar sembilan ratus tujuh juta empat ratus lima puluh enam ribu delapan ratus empat puluh tiga rupiah enam puluh Sembilan sen).
"Perbuatan Terpidana, terbukti melanggar Pasal 3 juncto 18 ayat (1) Undang-Undang Nomo 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2021 Juncto pasal 55 Ayat (1) ke-1 KHUPidana" jelas, Soetarmi (16/5).
Soetarmi menegaskan bahwa, Terpidana Boni Tabrani, terbukti dan dinyatakan bersalah selanjutnya dijatuhi pidana berdasarkan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1325k/Pid.Sus/2014 Tanggal 07 Juni 2015 dimana Terpidana harus menjalani hukuman pidana Penjara Selama 3 (Tiga) Tahun dan Denda Sebesar Rp.150.000.000, (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) Subsidiair 2 (Dua) Bulan Kurungan" ungkapnya.
Menurut Soetarmi, dalam kasus tersebut sebelumnya, Boni Tabrani sudah di sampaikan melalui penyampaian secara patut dengan tiga kali undangan untuk pelaksanaan eksekusi.
Namun, Boni Tabrani, tidak menghiraukan dan tidak beritikad baik, sehingga menyulitkan Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan eksekusi.
Atas hal tersebut, Kajari Bone melaporkan kepada Tim Tabur Intelijen Kejati Sulsel.
Selanjutnya, Boni Tabrani ditetapkan berstatus Buronan Kejaksaan RI.
"Boni Tabrani sudah ditetapkan buronan Kejaksaan Negeri Bone kurang lebih 8 (delapan) tahun sejak putusan pemidanaan dinyatakan Inkracht", imbuh Soetarmi.
Selama pelariannya 8 tahun sebagai Buronan, Boni Tabrani selalu berpindah-pindah kota.
Domisili awalnya di Komplek Tabaria Makassar, kemudian berangkat ke Nganjuk Surabaya, terus pindah menetap di Jombang Jawa Timur, lalu Kembali ke Makassar menetap di Perumahan Ciputra Gowa SulSel, beberapa bulan kemudian, Boni Tabrani, melarikan diri ke daerah Subang tepatnya di Perumahan Puri Griya Cinangsih.
TIM TABUR mendapatkan informasi keberadaan Boni Tabrani, atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Leonard Eben Ezer Simanjuntak, maka Tim Tangkap Buron (Tabur) Ewako Adhyaksa Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bergerak cepat memantau keberadaan Terpidana selama 3 (tiga) hari 3 (tiga) malam.
Tim Tabur berhasil mengamankan Terpidana Boni Tabrani di Jalan Raya Cijambe Tambak mekar Kecamatan Jalan cagak, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. pada Pukul 23.15 Wib.
Setelah TIM Tabur Kejati SulSel mengamankan Terpidana Terpidana Boni Tabrani, didukung Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Bone dan Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Subang, selanjutnya TIM TABUR membawa Terpidana ke Bandara Soekarno Hatta, tiba sekitar pukul 03.20 Wib dan pada pukul 06.10 Wib TIM TABUR bersama Terpidana Boni Tabrani naik pesawat menuju Makassar, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Jam 09.15 Wita.
Selanjutnya diserahkan kepada Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Bone yang diterima Kajari Bone dan Kasi Intel untuk pelaksanaan Eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 A Watampone.
Kendati demikian, Kajati SulSel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH.MH meminta jajarannya untuk selalu memonitor dan segera menangkap Buronan-buronan yang masih berkeliaran untuk dieksekusi demi kepastian hukum, dan kajati SulSel menghimbau kepada seluruh BURONAN yang telah dietapkan DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena “tidak ada tempat yang aman bagi para BURONAN”tegasnya mengunci.
(Edil Rauf)
Kamis, 28 Juli 2022

APKLI Kerjasama PTPN XIV gelar pemulihan Ekonomi Nasional di event PESTA RAKYAT PEKAN RAYA GILING 2022
Jumat, 12 November 2021

Patmor Satuan Samapta Polres Bone Pantau Situasi Expo dan Pasar Malam APKLI Planet Cinema K5 Bone Fair 2021

Meski Diguyur Hujan Tak Menyurutkan Animo Warga Ke Expo Kaki Lima APKLI Planet Cinema
Rabu, 03 November 2021

EXPO Kaki Lima dan Pasar Malam APKLI PLANET CINEMA K5 BONE FAIR, Ekonomi Menggeliat Prokes Tetap Ketat
Minggu, 08 Agustus 2021

Join Bone Peduli Negeri, Warga Antusias Ikuti Vaksinasi dan Donor Darah
Rabu, 28 Juli 2021

Bonepal Berduka Cita, Dua Anggotanya Dipanggil Menghadap Sang Kholiq, Selamat Jalan A.Ilo dan Khaerul Surga Tempatmu
Kamis, 22 Juli 2021

Kasatlantas Polres Bone Apresiasi Kemitraan Dengan Awak Media
Selasa, 20 Juli 2021

Luar Biasa, Begini Cara Kasat Intelkam Polres Bone Peduli Kepada Warga
Senin, 17 Mei 2021

Ini Pesan Sejumlah Pejabat Pemda Kota Beradat Saat Kadin Bone Gelar Audensi
Jumat, 23 April 2021

Konfrensi Pers Pengungkapan Barang Bukti Narkotika Yang Disita di Pelabuhan Bajoe Bone
Bone (Sulsel), Sigapnews.com-Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat akhirnya merilis penangkapan jaringan bandar sabu.
Sindikat narkoba yang ditangkap petugas BNN dari lima lokasi berbeda yakni Kota Dumai Riau, Pelabuhan Bajoe Bone, Aceh Timur, Lintas Bagan Siapi-api Riau dan Sidoarjo Jawa Timur.
Dari total 5 kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti 212,39 kilogram sabu dan 19.700 butir ekstasi. Khusus di Pelabuhan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone Sulsel, BNN menyita narkoba jenis sabu total 95,06 kilogram.
Melalui konfrensi pers yang dipimpin Kepala BNN pusat, Irjen Petrus Reinhard Golose sebagaimana dikutip dari situs bnn.go.id, dijelaskan, bahwa penangkapan di Pelabuhan Bajoe bermula saat petugas BNN bersama Bea Cukai mengamankan dua orang anggota jaringan sindikat narkoba berinisial AL dan JA yang menyelundupkan sabu seberat 95,06 Kg dengan menggunakan kapal, pada 14 April 2021.
Keduanya membawa sabu tersebut dari Kalimantan menuju Sulawesi. Berdasarkan keterangan tersangka, sabu tersebut akan diserahkan kepada HJA atau Huston Jumadil Amrullah dan MA (Mas’ud), di Pelabuhan Bajoe, Bone.
Keduanya, (Huston dan Mas’ud) merupakan warga Kabupaten Sidrap.
Kapal yang mengangkut sabu tersebut kemudian sandar di Pelabuhan Bajoe pada Minggu dinihari, 18 April kemarin.
Disana sudah ada Huston dan Mas’ud menunggu. Kedua pelaku menggunakan mobil pick up putih dengan nomor polisi DP 8794 DE. Diduga kuat, narkoba tersebut akan dibawa ke Sidrap untuk kemudian diedarkan.
Usai serah terima sabu itu dilakukan, Huston dan Mas’ud yang mengendarai mobil pick up melaju kencang bahkan menabrak mobil petugas saat berusaha menghadang untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah menabrak sebuah mobil, kedua tersangka berupaya melarikan diri.
Dalam situasi tersebut, satu tersangka berinisial HJA dinyatakan tewas saat dibawa ke RS untuk dilakukan bantuan medis.
Sementara itu, tiga tersangka lainnya dibawa ke BNN RI untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.
Humas BNNP Sulawesi Selatan, Andis Suryandis mengatakan, penangkapan yang dilakukan murni dari BNN RI bersama dengan Bea Cukai dan Mabes Polri.
“Barang buktinya memang tak pernah dibuka sewaktu masih di Makassar. Barang bukti itu baru di teliti sesampai di BNN Pusat di Jakarta,” katanya.
Sementara itu, mengenai jalur pengiriman sabu yang berbeda dengan informasi sebelumnya. Kepala BNNK Bone, AKBP Ismail Husain mengatakan, dari kronologi penangkapan dan jumlah barang bukti semua berdasar pada BNN RI.
“Jadi memang betul apa yang disampaikan pihak BNN RI. Karena pengungkapan ini memang dilakukan oleh mereka. Sehingga jumlah data dan kronologi penangkapan tentu sesuai dengan yang disampaikan melalui rilis resminya,” tegas mantan Wakapolres Bone ini. (RB/Fadli)
Senin, 19 April 2021

3 Pria Pembawa Sabu Ditangkap di Bone, Satu Diantaranya Ditembak Mati
Bone (Sulsel), Sigapnews.com,-Badan Narkotika Nasional (BNN) Mengamankan Tiga terduga bandar narkoba yang diduga hendak menyebrang ke Sulawesi Tenggara beserta barang bukti sebanyak tujuh karung yang diangkut menggunakan mobil pick up di kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Minggu dini hari 18/04/2021 sekitar pukul 04.22
Kepala BNNK Bone AKBP Ismail Husein saat di konfirmasi membenarkan peristiwa itu dan menerangkan bahwa Terduga pelaku diamankan oleh BNN pusat satu diantaranya ditembak mati mayatnya berada di rumah sakit M.Yasin dan sudah diambil oleh keluarganya.
Diduga ada tiga orang yang diamankan satu diantaranya ditembak mati bernama Hoston (26) tahun Asal Sidrap tapi menetap di pare pare Sulawesi Selatan.
Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes pol E Zulpan membenarkan penangkapan tersebut , ada tiga orang terduga yang diamankan satu diantaranya ditembak mati di lokasi kejadian lantaran hendak melawan petugas, pihaknya mengamankan tujuh karung barang bukti dengan 89 kilo gram sabu sabu yang terbilang besar ungkap Kombes pol E Zulpan. (Red/AH).
Minggu, 27 Desember 2020

Kopabone Tutup Tahun 2020 Dengan Ekspedisi Jelajah Puncak Bawakaraeng
Selasa, 01 Desember 2020

Koramil 13/Sibulue Kodim 1407/Bone Gelar Apel Pagi, Intip Kegiatan Setelahnya
Sabtu, 06 Juni 2020

Sosok Mantan Sekprov Sulsel Andi Muallim di Mata Bupati Bone
Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Kepergian mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim Mattangkilang untuk selama-lamanya, meninggalkan rasa dukacita mendalam. Tak terkecuali, Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.
Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini menghaturkan rasa duka yang mendalam, baik sebagai Pemerintah maupun sebagai pribadi dan keluarga.
Fahsar bercerita, almarhum merupakan sosok orang baik. Seorang birokrat sejati yang selalu membantu dan memberikan kemudahan kepada semua orang.
"Almarhum adalah sosok pimpinan, guru, dan orang tua yang berkharisma tentu akan selalu dikenang. Selamat jalan Puang Allim semoga amal ibadah dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat mengantar untuk mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT," ujar Fahsar, Sabtu (6/6/2020) malam.
Andi Muallim, mengembuskan napas terakhir di RS Mitra Husada, Sabtu (6/6/2020) pukul 19.30 Wita.
Jumat, 29 Mei 2020

Mutasi Di Tubuh Polda Sulsel Kembali Digelar, Kasat Reskrim Polres Bone Pindah Tugas
Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Gerbong mutasi di lingkup Kepolsian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali bergulir. Jumat (29/5/2020).
Informasi yang dihimpun Sigapnews.com, mutasi kali ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bone, AKP Mohamad Pahrun resmi diganti.
Mantan Kanit Tipikor Polres Bone ini selanjutnya akan menempati jabatan baru sebagai Kasubbagkum BagSumda Polres Bone.
"Iya betul dinda (Diganti-red)," singkat Pahrun saat dihubungi melalui pesan WhastApp, Jumat malam.
Selanjutnya AKP Ardy Yusuf yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Palopo ditunjuk untuk menduduki jabatan Kasat Reskrim Polres Bone.
Mutasi Kasat Reskrim Polres Bone ini berdasarkan telegram Kapolda Sulsel nomor STR/376/V/2020 tanggal 29 Mei 2020.
Adapun AKP H Risal yang sebelumnya menjabat sebagai KabagSumda Polres Bone akan menempati jabatan baru sebagai KabagSumda Polres Luwu.
Sementara itu, posisi Kasat Reskrim Polres Palopo akan dijabat AKP Andi Aris Abu Bakar yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 1 Unit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sulsel.
Hingga berita ini dirilis, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Ibrahim Tompo, belum berhasil dikonfirmasi perihal mutasi tersebut. (Red).

Petani Bone Percepat Olah Lahan Jagung Antisipasi Kekeringan
Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Isu terkait ancaman kekeringan di tengah wabah Covid-19 membuat petani semakin bersemangat memanfaatkan ketersediaan air dengan mempercepat pengolahan lahan untuk ditanami. Salah satunya seperti yang dilakukan anggota Kelompok Tani Buhung Patu, yang beralamat di Desa Arallae Kec. Kahu, Kab. Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Sofyan, Ketua Kelompok Tani Buhung Patu yang melakukan penanaman bersama anggota kelompok dan petugas, luas lahan kelompok tani Buhung Patu yang digunakan untuk Kegiatan Pengembangan Perbenihan Jagung (Penangkaran Benih) Varietas Nasa 29 adalah 50 Ha. Ketersediaan air yang bersumber dari air hujan perlu disikapi dengan bersegera melakukan pengolahan. Hal ini karena kondisi cuaca yang sulit diprediksi, khususnya musim hujan.
"Kami terus berusaha memberikan motivasi ke anggota kelompok agar semangat dalam melakukan pengolahan lahan, apalagi ada potensi kekeringan yang sudah diprediksi oleh BMKG, maka kami sebagai ketua kelompok harus ikut berkontribusi dengn melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman di tingkat petani, salah satunya dengan mempercepat pertanaman," tutur Sofyan.Jumat (29/5/2020).
"Sebagai petani, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kelompok kami untuk menjadi penangkar benih jagung. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok," tuturnya.
Apa yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Bone sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL. Menurut SYL, dalam kondisi apapun, termasuk saat Wabah Covid-19, petani dan penyuluh harus terus bergerak untuk mendukung ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.
“Kita takut corona, tetapi don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah dengan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama sebulan,” tegas SYL.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.
“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi.
Motivasi ini disampaikan oleh Kepala BPPSDMP untuk memastikan bahwa pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun demi mengamankan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.
Penulis : Jamaluddin Al Afgani
Sumber Informasi : Andi Baso Kresna
Rabu, 27 Mei 2020

Staf Ahli Kementan RI Bersama Wabup Bone Tanam Padi di Desa Tulungeng
Sigapnews.com, Bone (Sulsel) - Dalam rangka penerapan program percepatan tanam melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), Staf Ahli Mentan RI H. Lutfi Halide dan H. Firdaus Hasan didampingi Wakil Bupati (Wabub) Bone H. Ambo Dalle melaksanakan tanam padi di Desa Talungeng, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Rabu (27/5/2020).
Kegiatan tanam oleh Staf Ahli Mentan RI tersebut merupakan agenda pertama dalam kunjungannya, meskipun dalam suasana hujan gerimis.
Dihari yang sama usai melaksanakan kegiatan tanam padi di Desa Talungeng, bertempat di aula kantor BPP Barebbo Desa Kampuno digelar rapat koordinasi percepatan tanam padi Kabupaten Bone musim tanam April – September 2020 dipandu langsung oleh Staf Ahli Mentan RI H. Lutfi Halide dan H. Firdaus Hasan.
Agenda kedua dari kunjungan staf ahli Mentan RI dan rombongan diawali dengan pemaparan oleh beberapa pembicara tentang langkah strategis percepatan tanam dalam masa pandemi Covid-19.
Serta target yang harus dicapai dalam pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Bone termasuk membahas beberapa permasalahan yang ada.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Pertanian Sulsel Andi Ardin Tjatjo, Kadis Pertanian Bone H. Sunardi Nurdin, Kepala BPTP Sulsel Abd Wahid, Danramil Barebbo Kapten Kav R Junaidi dan Camat Barebbo Muh.Ikbal, Ketua KTNA Sulsel H. Muh.Yunus serta unsur PPK, Kordinator BPP, dan POPT.
Usai kegiatan tersebut Kepala BPP Barebbo Erni Bayani kepada wartawan menyampaikan rasa syukur dari segenap keluarga besar BPP Barebbo dan Pemerintah Kecamatan Barebbo atas kunjungan staf Mentan RI bersama rombongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone dan Pemerintah Kecamatan Barebbo amat sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan ini, ini merupakan motivasi bagi kami dan kalangan petani untuk lebih jauh lagi berbuat dalam pengembangan disektor pertanian,” papar Erni Bayani. (Al-Az).
Kamis, 21 Mei 2020

FOLLOW THE SIGAPNEWS.COM AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow SIGAPNEWS.COM on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram